Home Lampung Tengah Pendidikan

PTM Terbatas di SMPN 3 Terbanggi Besar Berjalan Normal

61
0
SHARE
Foto dok: Gun/HandalNews

TERBANGGI BESAR (HandalNews) Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SMPN 3 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, yang telah dilaksanakan mulai 13 September 2021 lalu berjalan normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. 

Dikatakan Kepala SMPN 3 Terbanggi Besar, Drs. Sukisno, MM., Senin (27/9), secara umum PTM Terbatas sudah berjalan normal mengikuti instruksi pemerintah, yang disampai melalui Surat Edaran (SE) Mentri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI dan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tengah. 


“Secara umum pembelajaran sudah berjalan normal, namun tetap menerapkan Prokes Covid-19 dan sesuai instruksi pemerintah melalui Mendiknas dan Disdikbud Lampung Tengah,” ujarnya. 

Sesuai Prokes Covid-19, siswa dalam keadaan sehat, mencuci tangan sebelum masuk ruangan, menjaga jarak tempat duduk, memakai masker, tidak bersalaman atau bersentuhan, tidak berkerumun. Selain itu, siswa dihimbau tidak keluar dari lingkungan sekolah saat istrirahat, karenanya para siswa diminta untuk membawa bekal dari rumah. 

“Saat istirahat, kami batasi juga para siswa untuk tidak keluar lingkungan sekolah, terutama saat istirahat, makanya kami himbau untuk bawa bekal dari rumah masing-masing, agar tidak keluar alasan jajan,” jelas Sukisno. 

Sekolah ini menerapkan sistem tatap muka dengan bergantian hari jam belajar siswa, setiap kelas dibagi menjadi 2 (dua) kelompok belajar, yaitu kelompok A dan B, sementara PTM-nya digilir waktunya secara bergantian, kelompok A masuk hari Senin sedangkan kelompok B hari Selasa dan seterusnya. 

“Kami terapkan satu ruangan hanya di isi 50 persen dari jumlah siswa, masing-masing kelompok akan masuk sekolah secara bergantian, dengan selingan waktu sehari masuk sehari libur,” katanya. 

Pola PTM seperti ini sengaja diterapkan, tujuannya untuk menghindari putusnya jam belajar siswa terlalu lama di rumah, bila diterapkan sepekan tatap muka dan sepekan Daring, khawatirnya siswa akan kehilangan semangat belajar, akibatnya siswa sulit menyerap materi pembelajaran. (Gun)