Home Pringsewu Hukum

Pungli Dan BOS SMP Negeri 1 Gadingrejo Dikorupsi

230
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Setoran Bagus, Heru Jadi Kepsek Abadi

Handalnews.id, Pringsewu - Jabatan Heru selaku Kepala SMP Negeri 1 Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu tidak tergantikan. Penyebabnya, Heru diduga memberikan mahar kepada Oknum Dinas Pendidikan setempat. Gunanya untuk tetap dipertahankan menjabat sebagai pemimpin tertinggi disekolah setempat. Dengan adanya masalah tersebut, menguatkan bahwa dugaan pungutan Liar dan Korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018-2019 yang dialamatkan kepada (Heru-red) diyakini kebenaranya.

Menurut Narasumber menjelaskan, Heru adalah kepala sekolah abadi karena dia selalu menjabat sebagai kepala sekolah sebelumnya Heru pernah menjabat sebagai kepala juga diwilayah kecamatan Ambarawa. 

“Bertahannya Heru bukan Karena prestasi tetapi diduga ikut mengkoordinir setoran dana BOS ke pihak dinas," katanya.

Dia juga menambahkan, maraknya pungutan liar di SMP Negeri 1 Gadingrejo, bahkan Heru mendalanginya. Jual beli LKS dengan Harga Rp.10.000,-. sampai ke pungli UNBK terjadi disekolah tersebut.

Lanjut sumber, Heru menjabat sebagai kepala sekolah tahun 2017,  saat itu belum hitungan bulan menjabat langsung melancarkan aksi  pungutan Liar sebesar Rp.750.000,- persiswa dengan alasan, pembangunan Gedung.

“Masalah ini sempat ramai tapi berjalannya waktu hilang begitu saja,”katanya.

Sumber bercerita, tahun 2018 realisasi Dana BOS SMP Negeri 1 Gadingrejo tidak mengacu Kepada Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Pembelian satuan barang yang dibiayai oleh dana tersebut di palsukan untuk Harga satuannya. Bahkan ada manifulasi Data siswa,gunanya untuk mendapatkan kucuran dana BOS yang banyak padahal siswa yang terdata sebenarnya tidak ada.

“Pengecatan sekolah tidak pernah dilakukan, perawan taman tidak pernah dilakukan, untuk pengaadaan pintu WC tidak laksanakan, sampai ektrakurikuler futsal luar kota dan dalam kota tidak dilaksanakan dan masih banyak kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh dana BOS yang dikorupsi oleh Heru," tuding sumber.

Secara rinci, sumber menjabarkan, tahun 2018 dana BOS yang diterima SMP Negeri 1 Gadingrejo, senilai Rp.1.001.000.000,-. Mekanisme pencairannya, 1 tahunnya  Melewati Empat tahapan.  Triwulan I Rp.200.200.000,-. Triwulan II Rp.400.400.000,-. Triwulan III Rp.200.200.000,-.Dan Triwulan IV Rp.200.200.000.

“Dari dana BOS tersebut terpecah menjadi 11 item kegiatan, dari setiap kegiatan inilah Heru dan Bendahara mengakali dana tersebut dengan menerapkan modus Mark-up," katanya.

Akhir sumber, terdapat 3 kegiatan yang dianggarkan melalui dana BOS tahun 2018, yang begitu terlihat dikorupsi. Karena realisasi setiap kegiatan, sama sekali tidak mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya (RAB), diantaranya, kegiatan pengembangan perpustakaan Triwulan II Rp. 203.518.100,-. lalu kegiatan
evaluasi pembelajaran Triwulan I Rp. 48.720.000 dan Triwulan II Rp. 45.420.000,-. Kegiatan kemudian Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa Triwulan I Rp. 41.025.000 dan Triwulan II Rp. 41.025.000.  (HADI SYAPUTRA)