Home Bandar Lampung Umum

PWI Lampung Usulkan Museum Pers di Tubaba

76
0
SHARE
Foto dok: handalnews

BANDAR LAMPUNG (HandalNews) Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Iskandar Zulkarnain, mengusulkan berdirinya museum Pers di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hal itu dicetuskannya disela Konferensi Kerja PWI Cabang Lampung, Sabtu (19/9/2021).

 
Iskandar mengatakan berdirinya museum Pers tersebut dipandang perlu mengingat PWI Provinsi Lampung telah banyak mengukir sejarah. “Dari awal hingga saat ini, PWI Lampung memiliki banyak sejarah dalam perjalanan dunia jurnalistik, selain pernah melaksanakan kongres dan porwanas, juga berperan aktif terhadap pembangunan di Lampung,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Lampung juga memiliki tokoh yang sangat peduli dengan dunia Pers, yaitu Prof. Bagir Manan yang dulu pernah menjadi Ketua Dewan Pers. “Prof Bagir Manan adalah putra asli Lampung asli Panaragan, Tulang Bawang Barat. Atas dasar itu, atas nama Dewan Kehormatan saya mengusulkan Tubaba menjadi kabupaten cikal bakal berdirinya museum Pers di Lampung,” ujar wartawan senior itu.

Iskandar menjelaskan, nantinya museum Pers tersebut dapat digunakan untuk menyimpan sejumlah peralatan yang dulunya sering digunakan para wartawan di Lampung dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, seperti Kamera, Mesin Tik, Sepeda, foto-foto, lebaran surat kabar dan perlengkapan dan peninggalan lainnya yang identik dengan dunia jurnalistik.

“Nantinya museum Pers ini dapat diresmikan oleh Prof. Bagir Manan dan pemda dapat menyiapkan lahan juga gedung untuk sama-sama menyimpan sejarah tersebut. Kita juga melihat Pak Bupatinya sangat antusias, dia senang dengan karya seni dan karya yang menginspirasi. Karena itu kita mengusulkan berdirinya museum Pers di kabupaten Tulang Bawang Barat,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, jajaran kepengurusan akan datang untuk beraudiensi dengan Bupati Tulang Bawang Barat yang juga nantinya akan dilaporkan juga kepada Gubernur Lampung sebagai mitra PWI Cabang agar bersama menggagas museum Pers.

Kedepannya juga akan meminta kepada sejumlah penerbit media massa Lampung untuk bisa menyumbangkan satu halaman depan agar di pajang di museum tersebut. “Sehingga orang yang masuk di gedung itu bisa mengetahui bahwa Lampung banyak menyimpan sejarah Pers masa lalu,” terangnya.

Karena Pers itu pilar keempat demokrasi, terusnya, tentu bersama akan mengajak mitra kerja, sama halnya museum PWI yang berada di Solo secara nasional.

“Tentu kedepan, anggarannya kita minta ke pemerintah baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.Termasuk Kemungkinan besar nanti semua pemerintah kabupaten kota di Lampung dapat menyumbang untuk berdirinya museum Pers di Lampung,” pungkasnya. (Jazuli)