Home Pesawaran Hukum

Rabat Beton Asal-Asalan, Camat Way Khilau, Segera Panggil Kades Gunung Sari

826
0
SHARE
Camat Way Khilau Ahmad Rosani

Handalnews.id, Pesawaran - Terkait dengan Bangunan Rigid Beton yang ada Dusun Dua, Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, diduga dalam pengerjaannya menyimpang dari Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan terkesan asal-asalan, Akhirnya Camat Way Khilau Ahmad Rosani, akan segera melakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa Gunung Sari Hayatul Haqi.


"Ya kami akan segera melakukan pemanggilan terhadap kepala desa Gunung Sari, guna memeriksa kebenaran dari bangunan rigid beton tersebut," ungkap Camat Way Khilau, Ahmad Rosani, melalui sambungan telepon, Kamis (9/1).

"Ya jelas salah kalau memang menyimpang, maka dari itu akan kami panggil dan periksa," tambah dia.


Camat juga mengatakan, nantinya permasalahan tersebut akan diteruskan kepada aparat penegak hukum, jika memang terbukti ada pelanggaran yang dilakukan. 

"Yang pasti kalau memang salah dan tidak sesuai maka akan saya teruskan ke aparat penegak hukum nantinya," tutup dia.  

Diberitakan sebelumnya, bangunan rigid beton yang ada di  Dusun Dua, Desa Gunung Sari, dipermasalahkan oleh warga.

Pasalnya, bangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 dengan nilai 200 juta rupiah tersebut dinilai dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang memang ditetapkan untuk bangunan rigid beton. 

Warga menilai ada "permainan" anggaran yang dilakukan oleh kepala dese setempat untuk memperoleh keuntungan. 

 "Yg namanya standar pembangunan beton di indonesia, cuma tiga komponennya, semen split sama pasir, kalau untuk tingkat provinsi atau nasional mesti ditambah besi, tapi ini kan enggak, yang dibangun kades rigidnya tidak pakai split," jelas salah seorang warga.

"Ini akal-akalan kades, jadi split itu diganti sama dia jadi batu-batu besar, jadi lebih mirip kaya bangun pondasi dari pada rigit, lebih parahnya diganti dengan sabes, kan ini udah gak betul," tambah dia. 

"Jadi ada indikasi penggunaan sabes tersebut dilakukan untuk memangkas anggaran biaya, kali pakai batu besar jadi otomatis penggunaan semen juga bakal berkurang jadi kemungkinan ada indikasi untuk memperkaya diri sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Hayatul Haqi belum bisa dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut, kendati telah beberapa kali dihubungi. (Ismail)