Home Way Kanan Pemerintahan Daerah

Raden Adipati Surya Penurun Stunting Tugas Semua Pihak Terkait

86
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Way Kanan - Tatanan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, khususnya dalam bidang kesehatan salah satunya ditandai dengan Status kesehatan dan gizi masyarakat yang semakin meningkat dan membaik.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya pada kegiatan Pertemuan Rembuk Stunting Kegiatan Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2021, bertempat di Gedung Serba Guna Pemda Way Kanan
Selasa, (16/3).

Hadir dalam kegiatan tersebut,
Ketua DPRD Kabupaten,
Sekda, Para Asisten, Inspektur, Sekretaris Dewan, Kepala Badan, Dinas, Bagian, Ketua BPJS, Camat se-Kabupaten Way Kanan, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Way Kanan, Ketua Organisasi Profesi Kesehatan, Ketua Forum Anak daerah.

Penurunan prevalensi wasting dan stunting pada balita, imbuh Adipati, merupakan sasaran pokok RPJMN 2020-2024. Prevalensi stunting di Kabupaten Way Kanan telah terjadi penurunan dari 36,07% tahun 2018 (Riskesdas 2018), dan pada tahun 2019 menjadi 27,7% (SSGBI 2019).

"Upaya penurunan stunting tidak semata tugas sektor kesehatan saja, karena penyebabnya yang multidimensi, tetapi harus melalui aksi multisektoral. Intervensi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan, sementara intervensi sensitif dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan," kata Adipati.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP 42/M.PPN/HK/04/2020 Tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi tahun 2021 bahwa Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu dari 100 kabupaten perluasan lokus stunting.
Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.
"Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal, hal ini beresiko menurunkan produktivitas saat dewasa," jelas Adipati.

Stunting juga menjadikan anak rentan penyakit dan beresiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Dometik Bruto (PDB) setiap tahunnya.
Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu mencakup integrasi gizi spesifik dan gizi sensitif. Penyelenggaran intervensi penurunan stunting terintegrasi merupakan tanggungjawab bersama lintas sektor dan bukan tanggung jawab salah satu institusi saja. Untuk itu diperlukan sebuah tim lintas sektor sebagai Pelaksana Aksi Integrasi. ( LM ).