Home Bandar Lampung Pemerintahan Daerah

Raden Muhammad Ismail (RMI) Menggelar Sosperda di Desa Rulung Helok

156
0
SHARE
Foto: dok Handalnews.id

Handalnews.id, Bandarlampung-- Wakil Ketua III DPRD Provinsi Lampung Raden Muhammad Ismail (RMI) menggelar sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) ketahanan pangan dan penanggulangan Covid-19, Pekan Lalu. 
 
Pada Sosperda yang dilaksanakan di Kantor Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Raden Muhammad Ismail (RMI) membawa tim dari Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB UNILA) Ambya, dan Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung Dr. Nuyen Meutia Fitri. 
 
 
Dalam sambutannya dihadapan masyarakat RMI mengatakan bahwa sosperda bertujuan untuk melihat kinerja para anggota DPRD dihadapan masyarakat.
 
Adanya sosperda juga sebagai program untuk bertemu dengan masyarakat adanya Perda yang telah dibuat oleh DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat.
 
 
RMI yang merupakan politisi Partai Demokrat Lampung ini juga mengatakan, sudah ada Sosperda No 12 tahun 2017 tentang kemandirian pangan dan Sosialisasi Perda no 03 tahun 2020 yang harus disosialisasikan kepada masyarakat.
 
Tetapi selain itu, ada juga Perda terkait penanganan Covid 19 yang harus ditaati oleh semua masyarakat.
 
Tetapi tujuan RMI datang ke desa lebih mengedepankan silaturahmi dan dirinya mencoba untuk mengetahui permasalahan yang ada ditengah masyarakat.
 
menurut alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Sosperda ini bertujuan untuk melihat dalam meningkatkan ketahanan pangan disuatu daerah.
 
"Apalagi di desa Relung Helok ada jembatan yang menyambung antara Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan," katanya .
 
Kedekatan RMI mengatakan, antara kedua wilayah yang berbatasan tersebut sangat memilik potensi yang baik dan harus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian di kedua wilayah itu. 
 
Dengan jembatan yang permanen di Dusun Jelujur atau di antara dua wilayah tersebut akan sangat membantu masyarakat. 
 
"Semuanya harus membutuhkan anggaran untuk membangun jembatan gantung tersebut, Maka diharapkan kepada aparat desa untuk menginventarisir agar bisa dibawa urusan tersebut kepada Kementerian PSDA," katanya. 
 
Iya juga mengatakan akan membawa masalah jembatan tersebut kepada kementerian, sebab sudah masuk di dalam elektronik pokok pikiran rakyat dan sudah diinput ke bapeda. 
 
Harapannya, bisa diperbaiki pada 2021 atau 2022 dengan harapan setelah datang kesini pihaknya akan berupaya untuk melobi kepada kementerian untuk diperbaiki jembatan tersebut.
 
Jembatan ini merupakan prospek sebagai Desa Pertanian yang berbasis pariwisata untuk terus bisa tumbuh.
 
Akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) Ambya
 
mengatakan masyarakat harus mendukung adanya rencana desa pertanian berbasis pariwisata. (IRON GUNA)