Home Lampung Utara Hukum

"Rahmadi"  Diduga Korupsi Anggaran BOS Rp 253 juta

217
0
SHARE
Foto dok : Ilustrasi Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Utara -  Saat ini, penyaluran dana BOS dilakukan pemerintah pusat langsung ke sekolah penerima. Skema yang digunakan bahkan sudah sangat rinci, yaitu by name, by address, dan by school account. Namun akibat kurangnya pengawasan baik dari Inspektorat,BPK, diduga kurangnya Pengawasa dalam pengelolaan dana BOS. Akhirnya uang Negara jadi lahan Bancakan oleh para oknum oknum Koruptor.

Ditengah masa sulit karena pandemi kovid 19,
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang sejatinya Program Pemerintah yang amat, guna untuk penyediaan pendanaan biaya bagi satuan pendidikan sebagai pelaksana program wajib belajar. Kuat dugaan jadi Lahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN),
Rahmadi.,SPd.M.M., selaku Kepsek SMPN 1 Bungamayang.

Berdasarkan hasil Opserpasi di Lapangan bahwasannya anggaran yang di terima Pihak sekolah SMPN 1 Bungamayang tahun 2019/2020, senilai Rp 253 juta, Menurut informasi dari berbagai sumber mengungkapkan, Pengelolaan dana BOS tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis). Sejumlah penggunaan dana untuk setiap pembelian kebutuhan sekolah yang memiliki Motto Buapati disana Sekolah yang Berseri dan Berkreasi. Sehingga Pendidikan di Lampung Utara lebih maju lagi,” namun adanya perilaku Korup yang dilakukan Rahmadi selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Bungamayang, akan menjadi angan-angan saja.

Hingga berita ini di turunkan, Rahmadi selaku Kepsek belum dapat di Konfirmasi terkait adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), beberapa kali disambangi di tepat iya mengajar, beliau selalu tidak ada. Dan beberapa kali di hubungi melalui Pia Hp nya pun tidak dijawab.

Disisi lain, Rahmadi diduga terkenal lihai dan licik dalam memainkan pelaporan anggaran sekolah. Menurut pengakuan sumber, namanya enggan di sebutkan, iya menjelaskan " dalam membuat laporan pertanggung jawaban sangat lihai dan licik sehinga aparat penegak hukum serta masyarakat bisa dikelabuinya," katanya.

Lebih jauh iya menceritakan, banyak anggaran sekolah yang di manipulasi dan di mark'up kepala sekolah seperti untuk tahun ajaran 2019/2020, diantara Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) reguler hingga Bantuan BOS Afirmasi senilai Rp 60 pun tidak jelas dalam peruntukannya. Namun hal itu akan di beberkan edisi mendatang. (Red)