Home Tanggamus Hukum

Ratusan Juta Rupiah, Anggaran DD Pekon Betung Diduga Dijadikan Ajang Korupsi

883
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Anggaran pusat dari program dana desa (DD) diduga dijadikan ajang korupsi oleh oknum Pemerintah Pekon Betung, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Tahun 2019.

Pembangunan jalan merupakan prioritas utama yang merupakan penunjang kemajuan daerah oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dari berbagai sumber Dana baik Dana APBN/APBD. Sehingga Pemerintah mengharapkan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat, utamanya Dana Desa yang sedianya untuk mendukung pertumbuhan percepatan ekonomi masyarakat.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan pembangunan di Pekon Betung, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus,
yang disinyalir menyalahi Bestek/Spesifikasi teknik.
Kegiatan Pembangunan yang menggunakan Dana Desa DD tahun anggaran 2019,diduga terindikasi aroma Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Menurut salah satu masyarakat yang Namanya enggan di Cantumkan, bahwa Pembangunan Rabat Beton yang berada di Pekon Betung, dalam pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2019. Yang di kerjakan oleh Aparatur Pekon, tidak sesuai dari ketentuannya. Dari bentuk pembangunan jalan panjang kali lebar diperkirakan hanya 1 meter, bentuk jalannya bengkak bengkok, dan belum seumur jagung jalannya sudah hancur, ucap warga setempat kepada media Ini, Senin (4/5/2020).

"Diihat saja rabat beton ini sudah hancur hanya dalam beberapa bulan saja”, kira-kira sesuai tidak Penggunaan Bahan Materialnya dan sesuai tidak bobot pekerjaan ini,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi yang disampaikan oleh masyarakat diatas, media koran ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Nopi selaku Penjabat (PJ). Beliau mengatakan kegiatan tersebut di kerjakan oleh masyarakat setempat.

Disisi lain, Seharusnya bila pihak desa mengerjakan pembangunan yang sesuai dalam rancangan atau RAB yang benar memakai bahan matrial seperti dalam ketentuan seperti ini: 
dalam hitungan/analisa menggunakan K125, maka takarannya 1:3:5, artinya 1 Semen, 3 pasri, dan 5 kerikil. Namun apabila dalam hitungan menggunakan K175, maka takarannya 1:2:3, artinya 1 Semen, 2 Pasir dan 3 Kerikil.

Dalam menentukan persentase takaran material yang benar, haruslah menggunakan tong takaran (Dolak). Ucap salah satu ahli Rancangan yang ada di kota Bandar Lampung kepada media ini. 

Mau Tau Dugaan adanya Mark-up dan Korupsi apa saja yang dilakukan oleh Oknum Pekon Betung Nopi selaku Penjabat (PJ). kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. akan di Ungkap secara gamblang pada edisi mendatang. (Red)