Home Pesawaran Hukum

Raup Keuntungan Besar, Kades Gunung Sari Kerjakan DD Tak Sesuai RAB

308
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Pesawaran - Bangunan Rigid Beton yang ada Dusun Dua, Desa Gunung Sari Kecamatan Way Khilau, diduga dikerjakan menyimpang dari RAB, warga sebut hal tersebut akal-akalan kades untuk meraup keuntungan. 


"Ya kita semua tau seperti apa bangunan rigid beton yang benar itu, yang memang sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah," ungkap salah seorang warga yang meminta dirahasiakan namanya, Selasa (7/1).

Warga tersebut menilai dalam pengerjaan rigid beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 tersebut sengaja 'dimainkan' oleh oknum kades tersebut untuk meraup kekayaan. 

Sebab dirinya menilai, dalam pelaksanaan pembangunan rigid sepanjang 400 meter dengan nilai anggaran 200 juta rupiah tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan sebagaimana pengerjaan rigid lainnya, yang mana salah satu komponen utama dalam pembangunan rigid justru dihilangkan dan diganti dengan bahan lainnya yang kemungkinan akan membuat kualitas rigid tersebut menjadi menurun. 

 "Yg namanya standar pembangunan beton di indonesia, cuma tiga komponennya, semen split sama pasir, kalau untuk tingkat provinsi atau nasional mesti ditambah besi, tapi ini kan enggak, yang dibangun kades rigidnya tidak pakai split," jelas dia. 

"Ini akal-akalan kades, jadi split itu diganti sama dia jadi batu-batu besar, jadi lebih mirip kaya bangun pondasi dari pada rigit, lebih parahnya diganti dengan sabes, kan ini udah gak betul," tambah dia. 

"Jadi ada indikasi penggunaan sabes tersebut dilakukan untuk memangkas anggaran biaya, kali pakai batu besar jadi otomatis penggunaan semen juga bakal berkurang jadi kemungkinan ada indikasi untuk memperkaya diri sendiri," tegasnya. 

Selain itu, dirinya juga mengatakan telah melakukan koordinasi dengan beberapa warga lainnya, dan berencana untuk melaporkan kades tersebut kepada penegak hukum. 

"Ya kita mau minta kejelasan, saya sudah bicara sama warga lainnya, bukan gak mungkin kami bakal bawa ke rahan hukum kalo sampai terbukti nanti," tutup dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Sari, Hayatul Haqi, sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi perihal rigid beton tersebut kendati telah beberapa kali dihubungi.   (Ismail)