Home Bandar Lampung Hukum

Realisasi Anggaran DLH Balam Rp40,8 Miliar Berpotensi Korupsi

390
0
SHARE
Foto dok : Ilustrasi Handalnews.id

Handalnews.id, Bandar Lampung -  Realisasi anggaran milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp40,8 miliar yang digunakan untuk membiayai 62 paket kegiatan sangat rentan dengan indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Selain santernya desas-desus soal 20 persen mahar proyek, dari hasil penelusuran awak media ini, diketahui jika potensi KKN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung sangat mencolok dalam realisasi kegiatan belanja penggantian suku cadang kendaraan yang menghabiskan anggaran hingga Rp1.575.000.000.

Dari nyanyian narasumber diperoleh juga keterangan jika kegiatan penggantian suku cadang kendaraan yang menghabiskan anggaran hingga miliaran Rupiah itu tidak terealisasi sepenuhnya dan berpotensi mark-up.

“Kendaraan untuk tahun 2020, Alhamdulilah kendaraannya baik-baik saja, apalagi saat ini para karyawan lapangan sudah banyak memiliki kendaraan sendiri, ditambah lagi adanya Virus Covid-19, jadi kendaraan dinas sebagian tidak beroperasi ,” ujar sumber kepada awak media ini.

Dari keterangan sumber ini dapat disimpulkan jika anggaran untuk penggantian suku cadang kendaraan yang sudah menelan dana miliaran Rupiah itu sangat tidak efektif dan rasional.

Belum beres soal anggaran belanja suku cadang kendaraan yang bermasalah, indikasi KKN lain di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung juga nampak dalam realisasi belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih yang di pecah kedalam dua paket penyedia dengan total anggaran mencapai Rp480.802.500.

Bayangkan, untuk belanja alat bersih-bersih Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung sampai menghabiskan dana hampir setengah miliar Rupiah.

Memang sulit dicerna akal sehat, namun memang praktik korupsi khususnya di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung semakin tidak dibendung dan merambah disetiap bidang satuan kerjanya.
Ibaratnya, praktek KKN disatuan kerja ini sudah menjadi penyakit kronis yang mengancam kelangsungan pembangunan Kota Bandar Lampung.

Maraknya dugaan KKN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung memang harus memaksa integritas para aparat penegak hukum. Sebab, jika pebegak hukum di Kota Bandar Lampung serius memberantas korupsi, pastinya indikasi yang ada di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung akan menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini dilansir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Sahriwansah, S.E., maupun jajarannya belum ada yang bisa dimintai keterangan. Namun indikasi KKN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung yang telah menarik perhatian masyarakat ini akan terus diungkap sampai tuntas. (Red)