Home Lampung Selatan Hukum

Rehabilitasi Puskesmas Karang Anyar Terindikasi KKN

561
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

"Bupati Lamsel Dihianati"


Handalnews.id, Lamsel - Nawacita Orang Nomor 1 di Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan, ter-hianati, Rehabilitasi Puskesmas Karang Anyar, sumber dana Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) tahun 2019 sebesar Rp.1.091.500.000 milik Dinas Kesehatan setempat diduga terindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). 

Nawacita PLT Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, dalam mewujudkan kepemerintahan yang bersih dari tindakan KKN sepertinya terhianati dan ternodai. 
Padahal dalam setiap kesempatan dia selalu menyampaikan kepada jajarannya agar bekerja dengan bersih, apalagi dalam realisasi kegiatan proyek. 

Namun sayang, tindakan koruptif yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, yang tidak sejalan dengan orang nomor satu di kepemerintahan tersebut, telah merusak nawacita yang di agung-agungkan. "Bak seperti kain putih yang terkena bercakan hitam". 

Pada tahun 2019, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Kesehatan setempat, menggelontorkan anggaran sebesar Rp.1.091.500.000, untuk pekerjaan rehabilitasi Puskesmas Karang Anyar,  yang mana dalam realisasinya diduga sarat akan indikasi KKN. 

Menurut keterangan sumber dan data yang dimiliki, diduga proyek rehabilitasi Puskesmas Karang Anyar diwarnai dengan setoran dengan nominal mencapai Rp 200 juta, atau hampir mencapai 20 persen.

"Yang dapat menyetorkan dana sebesar Rp200 juta atau 20 persen dari pagu kegiatan, akan mendapatkan proyek tersebut," ungkap sumber. 

Sumber mengatakan, dengan sistem regulasi yang diduga melanggar aturan tersebut, sudah barang tentu akan berdampak pada pekerjaan yang tidak sesuai. Seperti penggunaan bahan material dengan kwalitas nomor 2 bahkan nomor 3.

"Hanya orang-orang besar di Diskes Lamsel saja yang berani melakukan hal seperti ini," ujar sumber kembali.

Selain itu, dengan anggaran yang sangat besar, mencapai Rp.1.091.500.000, hasil pekerjaan rehabilitasi tersebut sudah pasti bagus dipandang, namun meski demikian kejanggalan dalam pekerjaan proyek  rehabilitasi Puskesmas Karang Anyar tetap tidak bisa ditutupi. Seperti, penggunaan rangka baja ukuran 0.65, penggunaan  kusen pintu, jendela dan daun pintu, jendela jenis almunium, penggunaan material semen, Pasir, Besi.

"Jumlah semen yang digunakan sebanyak 200 sak," ungkap sumber ketika ditanya oleh wartawan. 

Sumber menambahkan, dengan anggaran yang sangat  besar,  jangankan rehab, membuat bangunan baru yang sama aja cukup.

"Anggaran rehabilitasi puskesmas itu tidak relevan dengan hasilnya," katanya.

Ketika dikonfirmasi, melalui via Whatsap kepala Dinas Kesehatan, setempat Dr.Jimy enggan untuk berkomentar, namun kru koran ini mendapatan telpon dari seseorang berinisial I yang mengaku sebagai pembek'ap pekerjaan rehab tersebut, dalam obrol tersebut (dia-red) mengatakan jika terdapat 40 LSM dan Wartawan yang ditanganinya.

"Kok bisa bocor si, apa lo belom pernah ketemu w," ujarnya melalui via Telpon.

Dalam pertemuan yang sudah dijanjikan, seseorang berinisial I, bersama dengan Kasubag Humas Diskes Lamsel, sekaligus PPK, Pak Wignyo, bersama 2 orang yang mengaku pengawas pekerjaan, mengatakan jika rehabilitasi tersebut sudah dikerjakan dengan sangat sesuai, serta berbagai penjelasan yang baik terkait rehab tersebut.

"Pekerjaan itu dilaksanakan sesuai dengan aturan, tidak mungkin dilaksanakan asal-asalan, peraturanya sudah jelas," yakin Wignyo dengan nada tinggi sedikit panik.  (RED)