Home Bandar Lampung kesehatan

RS Imanuel Lampung Bantah Sengaja Tak Perpanjang Akreditasi

152
0
SHARE

caption foto

Handalnews.id, Bandar Lampung – Kasubag Humas RS Imanuel Lampung, Alquirina membantah pihaknya sengaja tak memperpanjang akreditasi.  “Kami tegaskan, tidak ada unsur sengaja dalam pengurusan akreditasi ini. Kami pun saat ini masih dalam proses pengurusan akreditasi di Komite Akreditasi Rumah Sakit di Jakarta,” katanya.


Ia mengatakan, tak ada kendala dalam proses perpanjangan akreditasi, namun yang jadi masalah adalah, lama antrian dalam pengurusan tersebut.

“Kan yang mengurus akreditasi tidak hanya kami saja dari Bandar Lampung, soalnya Rumah Sakit seluruh Indonesia pun mengurus akreditasi, jadi ya harus antri dan sabar,” ucapnya.


Ia pun menegaskan, jika akreditasi ini sudah diperpanjang, maka RS Imanuel bisa kembali melayani pasien pengguna BPJS. “Ini saja sudah hampir selesai, tinggal menunggu laporan dari Komite nya, setelah sudah ada surat akreditasinya maka segera di laporkan ke BPJS,” ucapnya.


Sebelumnya, diketahui sebanyak empat Rumah Sakit (RS ) di Bandar Lampung tak lagi melayani pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Hal Ini setelah BPJS memutuskan kerjasama, karena masa akreditasi empat RS tersebut yang telah habis. Keempat RS tersebut yakni, RS Imanuel (Tipe B), RS Bandar Negara Husada (tipe C), RS Mata Lampung Eye Center (tipe C), dan RSIA Sinta (tipe C).


Menanggapi banyaknya RS yang putus kerjasama BPJS Kesehatan, pengamat Pemerintahan dari Universitas Lampung, Dedi Hermawan menilai ada unsur kesengajaan mengapa banyak RS tak mengurus akreditasi. Faktornya pun salah satunya adalah, karena RS takut bermasalah dengan hutang.


“Sehingga jika tidak mau terbenani, maka mereka (RS) putuskan kerja sama dengan pihak BPJS, dengan cara ya tidak perpanjang akreditasi,” kata Dedi.


Hal senada disampaikan anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Imam Santoso mengatakan, pihak RS terkesan sengaja tidak memperpanjang akreditasi rumah sakit. “Kalau saya lihat ini ada unsur kesengajaan, pihak RS tak mau terbenani dengan hutang dan segala macam, sehingga bisa jadi hal ini adalah unsur kesengajaan dari pihak Rumah Sakitnya,” kata Imam. (*)