Home Metro Pariwara

Ruko Dibongkar, Penerimaan PBB Kelurahan Metro Tak Capai Target

157
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Metro - Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kelurahan, Metro.Kecamatan Metro Pusat hingga 15 Oktober 2019 telah mencapai Rp 470.880.000 atau 75 persen dari target Rp 654.000.000 juta.

Lurah Metro Kecamatan Metro Pusat Ismadi Sumiarso menjelaskan bahwa Perolehan PBB yang sudah mencapai 75 persen tersebut bersumber dari 57 RT dari 9 RW dalam satu kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat.

Ismadi mengungkapkan bahwa dari perolehan terget PBB yang sudah di targetkan sepertinya tidak akan bisa memperoleh target 100% karena masih ada beberapa tempat yang PBB nya tidak bisa di tagih yaitu di pertokoan jalur dua yang saat ini sedang di bongkar oleh pihak pengembang karena tak punya  penghuni yang perolehan PBB nya cukup lumayan.

Ismadi menjelaskan sebelum di bongkar ada 30 ruko yang biasa di bayarkan PBB nya hingga mencapai 5.000.000 sendiri, Tapi dengan adanya pembongkaran ruko-ruko tersebut PBB tak bisa di tagih sehingga menjadi terhutang di kelurahan Metro 

"Sebanyak 30 ruko masing-masing Rp.166.000 hingga mencapai sekitar 5 jutaan tapi dengan adanya pembongkaran ruko-ruko tersebut wajib pajaknya hilang tak ada penanggung jawabnya," ungkapnya, Selasa (15/10/19).

Sebetulnya masalah tak berpenghuninya ruko yang saat ini sedang di bongkar oleh pihak pengembang, pihaknya sudah melaporkan kepada BPPRD Kota Metro tapi masih juga tercatat di dalam piutang kelurahan Metro yang semestinya menjadi tanggung jawab pihak pengembang.

"Selain capaian beberapa tempat yang belum 100 persen, besar dan kecilnya jumlah PBB yang disetorkan setiap RT di kelurahan dipengaruhi jumlah masyarakat dan wajib pajaknya serta nilai obyek pajak yang berbeda-beda tapi ada juga beberapa warga yang mempunyai lahan dan bangunan tapi penghuninya tidak ada," jelasnya.

Luas wilayah kelurahan Metro 2.20 km2 dengan jumlah penduduk 17.691.000 jiwa namun jika tahun lalu target PBB kelurahan Metro mencapai 87% dan di tahun ini sepertinya juga tidak bisa mencapai 100 %.

"Ini karena kondisi bangunan ruko yang saat ini di bongkar dan masih ada lahan serta bangunan yang tidak berpenghuni," pungkas Ismadi.   (Mis)