Home Tanggamus Hukum

" Rusdan Naik Pitam "Lantaran Korupsi DD Pekon Kaca Pura Diungkap.

675
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id, (ilustrasi)

Handalnews.id, Tanggamus - Selaku Sekdes Pekon Kaca Pura dalam waktu dekat akan dilaporkan terkait dugaan Korupsi Anggaran Bantuan Dana Desa Murni 2019, dan masalah terkait Pelecehan yang di laukan olehnya terhadap Oknum Wartawan.

Prilaku yang dilakukan oleh Sekertaris Pekon Kaca Pura kecamatan Semaka Tidak menggambarkan Cermin Selaku Pejabat Pemerintah Pekon. Seharusnya Jabatan yang di beri Kepercayaan oleh Masyrakat nya Untuk Mengayomi Masyarakat dalam Birokrasi Desa, harus Bijak melakukan Tindakan, apa lagi tentang Kesejahtraan Masyarakat Banyak.

Seharusnya Dalam menyebarkan informasi yang benar, peran Wartawan semakin di butuhkan di tengah masyarakat. Apa lagi di Era saat ini. Namun sangat disayangkan kehadiran insan Pers kerap kali dipandang sebelah mata dan di cemoohkan oleh oknum-oknum yang diduga alergi dengan kehadiran mereka.

Salah satu masyarakat yang namanya enggan diantumkan. Mengatakan Kepada Wartawan, bahwa Anggaran yang diterima oleh Pekon Kaca Pura senilai Rp 786,700.000. Juta. Tahun 2019 diduga tidak mengacu dalam ketentuan Desa, seperti Pemeliharaan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 57,100.000, juta.
Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah Rp 19.200.000, juta.
Peralatan Kesenian Rp 14.100.000, juta.
Peta Wilayah dan Sosial Desa Rp 7.000.000, juta.
Kegiyatan tersebut pelaksanaan ditahap 1, kuat dugaan dari beberapa kegiyatan yang dimaksut Fiktif. Ucap sumber Koran ini.

Dari hasil pengamatan, seperti Kegiyatan Imprastuktur di Tahab 2, pengerjaannya diduga tidak ada. Padahal Anggaran di Tahap 2 senilai Rp 314.695.800,juta. Kemana Anggaran tersebut digunakan.
Mungkin Lantaran aksi korup Sang Sekdes diketahui, Oknum wartawan tangannya dipukul.
Adanya perlakuwan yang di lakukan oleh Rusdan terhadap Oknum Wartawan itu, akan dilaporkan Ke pihak Kepolisian Resor Pores Tanggamus.

Tidak Sampai disitu. Aksi Sang Sekdes untuk Memperkaya diri, seperti Anggaran pada tahab 3 senilai Rp 472.015.800, juta. Diduga tidak di realisasikan sepenuhnya oleh Sekdes. Sesuai dari pengamatan, Kantor Pekon satu pun Aparatur Pekon Tidak ada yang Bekerja. Lantaran diduga Honor para Aparatur Pekon tidak di bayarkan. Akibatnya, kantor tersebut jadi Sarang Tikus. Sesuai seperti gambar Diatas.
(Halimi/Azwar)