Home Lampung Utara Hukum

Sauri Lancarkan Pembodohan Massal, DD Sinar Galih Dikorupsi

185
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampura - Terbongkarnya indikasi dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2019,yang mencapai Ratusan Juta Rupiah, Di Desa  Sinar Galih Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Disinyalir sebagai alasan utama Sauri selaku Kepala Desa setempat dalam melancarkan aksi pembodohan massal kepada masyarakatnya.

Menurut data yang ada dimeja redaksi dan pengakuan Narasumber, menjelaskan, tahun 2019 Desa Sinar Galih merealisasikan pembuatan badan jalan sepanjang 500 meter senilai Rp. 25.835.000,-. Dan pembuatan jalan telpord sepanjang 650 meter senilai Rp.123.766.000,-. Dari kedua pembangunan tersebut indikasi korupsi sangat ketara bahkan masyarakat setempat hanya menjadi penonton. “adanya ketidak transfaran dalam pengelolaan DD di desa Sinar Galih, mengacu kepada indikasi Korupsi yang dilakukan oleh Sauri selaku kepala Desa," kata sumber.

Selain itu, menurut sumber, hampir seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh perangkat desa setempat dikorupsi dengan modus mark-up.

“pembelian harga satuan barang tidak mengacu kepada ketentuan yang ada, sehingga berdampak kepada kegiatan yang sedang dilaksanakan. hampir rata-rata kegiatan fisik tahun 2018-2019 sudah hancur," tegasnya.

Lanjut sumber, sepertinya kepala desa setempat memang sangat layak dijebloskan kedalam penjara.jiwa temperamental yang dimilikinya sudah sangat keterlaluan bahkan masyarakat setempat merasa terkekang akibat ulah oknum kades tersebut.

Disisi lain, menurut Idris selaku ketua BPD, mengungkapkan, pihaknya pernah melakukan teguran kepada Sauri selaku Kepala Desa setempat.  Terkait pembangunan jalan yang harus sesuai dengan gambar. tapi oknum kades korup tersebut mengindahkan teguran itu,bahkan prilaku korupnya semakin menjadi-jadi.

“pembangunan yang dilaksanakan tahun 2019 ini belum ada yang diserah terimakan," kata idris.

Sauri ketika dihubungi via telpon, oleh Tim redaksi mengatakan, pembuatan badan jalan hanya melibatkan 14 orang Karena yang lain tidak mau. Bahkan sauri mengakui bahwa pembangunan yang dilaksanakan tidak sesuai ketentuan.

“Batu tersebut memang tidak sesuai dengan ukuran 10x15,karena batu dipecah menggunakan tangan orang bukan mesin,maka disusun tidur supaya terlihat rapih," ujarnya sambil tertawa.

Menurut Tokoh masyarakat setempat yang enggan disebut Namanya, aparat penegak hukum harus segera bergerak untuk memeriksa pekerjaan fisik yang dilakukan oleh pihak Desa Sinar Galih, Jika ditemukan penyelewengan maka sudah sepantasnya, oknum-oknum yang terlibat diseret ke meja hijau, hal itu harus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para koruptor.

Edisi mendatang masalah ini akan terus dikupas. (TIM)