Home Way Kanan Pariwara

Sebanyak 30 Napi Lapas Way Kanan Ikuti Pelatihan Cocok Tanam Jagung Dan Kacang

181
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Way Kanan - Sebanyak 30 orang Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Way Kanan, berkesempatan mengikuti pelatihan cara bercocok tanam jagung dan kacang, dengan cara yang benar.  

Dikatakan Kepala Lapas (Kalapas) Way Kanan, Syarpani, ditengah kondisi Pandemi Covid-19 dan menuju tatanan new normal, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pertanian Holtikultura dan Peternakan Way Kanan, memberikan kesempatan kepada para napi berupa pelatihan cara bertani. 

Ditambahkan Syarpani, pelatihan pertanian tahun anggaran 2020, secara resmi dibuka oleh dirinya di Aula Sahardjo Lapas setempat, Kamis (17/9). 

"Ya, hari ini kami memberikan pelatihan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah, untuk memberikan bekal kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), agar setelah bebas nanti sudah mempunyai skill (kemampuan," ucap Syarpani. 

Putra asli Way Kanan ini berharap, agar seluruh peserta bersungguh-sungguh saat mengikuti pelatihan, karena banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat, bahwa cara bercocok tanam sesuai standar Dinas Pertanian, tentu sangat penting untuk diketahui. 

"Harapan saya, semoga dengan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, untuk mendapatkan bekal hidup mandiri, pada saat mereka kembali ke masyarakat. Paling tidak, untuk mencukupi keperluan sendiri dan keluarga, syukur-syukur dapat dijadikan sebagai mata pencaharian. Karena usaha bidang pertanian masih sangat menjanjikan, bila dilakukan secara benar dan serius," tutup Syarpani. 

Kabid Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Way Kanan, Riantori menjelaskan, Pelatihan akan diberikan secara bertahap, dengan diberikan materi klasikal dan pendampingan praktik lapangan.

"Pada hari pertama, materi di dalam kelas dan dilanjutkan praktik di lapangan tentang cara tanam yang benar, pada dihari berikutnya akan ada teknis pembuatasn pupuk kompos. Harapan kami, kelak setelah mereka bebas, ilmu ini bisa dipraktikkan dirumah dan dapat bergabung dengan kelompok tani di masyarakat," harap Riantori. (Gunawan/ Henny)