Home Tanggamus Hukum

Sebanyak 32 Milyar APBD Dikorupsi, Disdik Tanggamus Amankan Jatah Bupati

515
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) tahun 2018-2019, untuk paket penyedia milik Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, senilai Rp.32.202.000.000,-. Terindikasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. maraknya setoran proyek 10 Persen diyakini  untuk jatah sang Bupati setempat.

Menurut Narasumber, menjelaskan, tahun 2018-2019 total keseluruhan anggaran yang diterima pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus untuk paket penyedia  sebesar Rp.32.202.000.000,-. Dengan rincian, tahun 2019 sebanyak 113 paket Senilai  Rp.18.854.000.000,-. Dan tahun 2018 sebanyak 63 paket Senilai Rp.13.348.000.000.

“Adanya setoran proyek sebesar 10 persen dari setiap paket berdampak kepada realisasi kegiatan yang tidak mengacu kepada rancangan Anggaran Biaya," tegasanya.

Dia juga menambahkan, pekerjaan kontruksi yang dilaksanakan, hampir rata-rata Gagal kontruksi.

“Secara Global fakta yang tersaji dilapangan, untuk pekerjaan kontruksi tidak ada yang mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) seperti, Pemasangan pondasi yang hanya memakai kedalaman 5 sampai 7 cm dari permukaan tanah, Batu memakai batu putih adapun yang memakai batu Hitam," katanya 

Dia menyebutkan untuk batu tersebut diambil dari alam yang ada dengan merusak ekosistem sungai yang berada didekat pembangunan yang dilaksanakan, pasir juga menggunakan pasir campur tanah (pasir Gunung), untuk kayu kusen jendela memakai kacu racuk, besi tidak menggunakan merk KYZ atau KZ.

"Yang memang sudah ditentukan oleh pemerintah hampir rata-rata memakai besi Banci dan yang paling parah untuk masalah rangka baja menggunakan Rangka baja multi roop dimana seharusnya multi pasir, sebab untuk harga satuan barang rangka baja keduanya sangat terpaut jauh," paparnya.

Lebih jauh, sumber menjabarkan, Indikasi Korupsi sangat ketara dari pelaksanaan kegiatan, tahun  2018, Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Margomulyo Kecamatan Semaka Rp. 490.000.000,-. Kegiatan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 1 Penyandingan Kec. Kelumbayan Rp. 370.000.000,-. Kegiatan  Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN 2 Ngarip Kec. Ulu Belu Rp. 480.000.000,-. Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Sukapadang Kec. Cukuh Balak Rp. 480.000.000,-. Dan tahun  2019 kegiatan  Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN 2 Ulu Semuong Kec. Ulu Belu Rp. 531.000.000,-. Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN 1 Tanjung Baru Kec. Ulu Belu Rp. 531.000.000,-. Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN 2 Sirna Galih Kec. Ulu Belu Rp. 531.000.000,-. Kegiatan Pembangunan / Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 4 Kuripan Kecamatan Kota Agung Rp. 2.490.000.000,-. Kegiatan Pembangunan Gedung Perpustakaan SDN 2 Sukanegara Kec. Bulok Rp. 220.000.000,-. Kegiatan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 1 Gedung Jambu Kec. Kotaagung Barat Rp. 360.000.000.

"Dari kegiatan yang tertera, hampir semua pelaksanaannya tidak ada yang benar. karena  dikorupsi oleh pihak ke-3, dan mereka melakukannya akibat setoran itu kepada pihak Dinas," ujarnya.

Dia menghimbau pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanggamus mesti turun tangan untuk mengusut permasalahan ini, jangan dibiarkan para oknum koruptor yang ada di Dinas Pendidikan setempat. Berbuat semaunya. Kalau dibiarkan maka generasi Bangsa yang ada akan terjatuh dilubang gelap.

“Tangkap Dan Penjarakan setiap Oknum Koruptor di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus dan jika Bupati memang terlibat ya mesti diadili," ucapnya.

Edisi Mendatang Masalah ini akan terus dikupas.Tunggu. (Red)