Home Tanggamus Hukum

Segera Tetapkan Tersangka Dugaan KKN Disporapar

436
0
SHARE
Fhoto : ilustrasi

Handalnews.id, Tanggamus - Dugaan Korupsi pengelolaan anggaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tanggamus membuat sejumlah elemen masyarakat disana gerah. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk lebih serius dalam menyikapi dugaan penyelewengan uang Negara dan segera menuntaskan kasus tersebut dengan menetapkan tersangkanya.

Elemen masyarakat di Tanggamus juga menganggap jika kinerja aparat penegak hukum disana sangat lamban dan terkesan berpihak dengan para oknum pejabat korup. Sehingga dinilai wajar jika proses penegakan hukum di Kabupaten Tanggamus menjadi terkesan antara ada dan tiada.

Mereka juga menuding jika dalam dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Disporapar Tanggamus dalam proyek pembangunan Stadion Mini Type B pada tahun anggaran 2019 telah merugikan keuangan Negara mencapai miliaran Rupiah dan sangat menciderai rasa keadilan.

Bagi mereka, Seharusnya kasus yang yang fantastis ini menjadi prioritas utama penegak hukum, lantaran dampak yang ditimbulkan sangat besar dan merugikan masyarakat Kabupaten Tanggamus.

Elemen masyarakat itu juga mempertanyakan prioritas utama pemerintah dalam merealisasikan pembangunan, apakah untuk kepentingan masyarakat atau mencari keuntungan dengan menghalalkan segala cara?

Pertanyaan tersebut dilontarkan setelah melihat bagaimana amburadulnya hasil pekerjaan pembangunan Stadion Mini Type B tersebut, bangunan seluas 1.700 meter persegi itu berdiri diatas lahan seluas 3,2 hektar.

Baru seumur jagung, kini kondisi bangunan tersebut sudah sangat memprihatinkan dengan banyak bagian tanah disana yang amblas dan struktur bangunan yang rapuh dan siap ambruk kapan saja.

Melihat kondisi ini, elemen masyarakat Tanggamus beranggapan jika dalam realisasinya pihak rekanan sengaja mengurangi spesifikasi teknis pelaksanaan lantaran telah memiliki kesepakatan mahar proyek dengan oknum Disporapar Tanggamus.

Dengan adanya kesepakatan mahar itu, maka pihak rekanan menjadi lebih leluasa dalam mengkompres pekerjaan mereka demi mencari keuntungan yang lebih besar.

Atas kejadian itu, elemen masyarakat Tanggamus juga menduga jika Kepala Dispropar Tanggamus,
Retno Noviana Damayanti diduga telah dengan sengaja melakukan mark-up anggaran pekerjaan Stadion tersebut demi menutupi selisih mahar proyek dari PT Abadi Mandiri sebagai rekanan pelaksana kegiatan. (Red)