Home Pringsewu Pariwara

Sekolah Percontohan Polri , Ungkap KKN BOS SMA Negeri 1 Gadingrejo

65
0
SHARE

Foto ilustrasi

Handalnews.id, Pringsewu - SMA Negeri 1 Gadingrejo,Kabupaten Pringsewu, adalah sekolah percontohan Polisi RI, bahkan Jendral. Boy Rafli dan Gubernur Syahrudin pernah singgah kesekolah tersebut. Hal itu dikatakan oleh Jumani Darjo tahun 2017 lalu dan dokumentasi foto terpajang hingga saat ini di dinding-dinding sekolah setempat. Itulah sedikit cerita indah ketika,Jumani Darjo masih menjabat sebagai kepala sekolah.

Semua berubah saat jumani Darjo tidak lagi memimpin sebagai Kepala sekolah disana, terungkapnya masalah Dugaan dana Bantuan Operasional Sekolah tahun 2018-2019 di SMA Negeri 1 Gadingrejo menjadi mimpi buruk bagi Generasi Bangsa yang menuntut ilmu disekolah tersebut.

Berdasarkan data yang ada dimeja redaksi dan pengakuan narasumber menjelaskan Dana BOS SMA Negeri 1 Gadingrejo di Korupsi dengan Modus Mark-up dan adanya indikasi fiktip untuk pembelian barang yang dibiayai oleh Dana BOS. “timpang tindih anggaran SPP dan BOS terjadi, kepala sekolah dan bendahara pakai sistem “kocok bekem” hanya mereka berdua yang tau pengelolaannya, transfaran sebuah tulisan saja”,kata sumber.

Sumber menambahkan, dana BOS tahun 2019 yang diterima pihak SMA Negeri 1 Gadingrejo pada Triwulan I Rp.294.560.000,-. Triwulan II Rp.589.120.000,-. Triwulan III Rp.294.560.000,-. Jika dikalkulasikan sampai Triwulan IV. Total keseluruhannya mencapai Rp.1.472.800.000,-.

“dana itu terbagi untuk 11 item kegiatan dimana setiap kegiatan berpotensi dikorupsi tetapi jika kita ingin melihat secara jelas kegiatan yang dikorupsi diantaranya, kegiatan pengembangan perpustakaan TW II Rp.64.663.165,- lalu kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler TW II Rp.244.551.010,- TW III Rp.155.702.800 dan pengelolaan sekolah TW III Rp.34.480.500,”,katanya.

Dari setiap kegiatan yang ada diatas modus korupsi Mark-up dan laporan pembelian satuan barang yang di fiktipkan. “untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler ditunjang dengan dana super besar tetapi dalam realisasinya “KOSONG” alias jarang mendapatkan prestasi dibidang ekstra”,cetusnya.

Menurut sumber, kepala sekolah adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam Hal ini sebab dia selaku penanggung jawab anggaran. “akal-akal kepala sekolah dan bendahara untuk mendapatkan keutungan yang besar dalam dana BOS sehingga masa depan para siswa yang ada disana, dikesampingkan begitu saja”,

Warning : Beberapa catatatn Buruk Yulizar selaku kepala sekolah ketika dia menjabat sebagai kepala SMA Negeri 1 Pringsewu lalu sempat dinonjobkan karena tersandung beberapa masalah dan pada tahun 2018 duduk kembali sebagai kepala SMA Negeri 1 Ambarawa dan tahun 2019 menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Gadingrejo, tetapi hal ini akan diungkap pada serial mendatang. (RED)