Home Lampung Barat Hukum

Siapa Gembong Mark-up Anggaran BOSDA Disdikbud Lampung Barat

260
0
SHARE
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Bulki Basri S.pd M.M

Handalnews.id, Lampung Barat - Aroma kuat dugaan korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat mulai tercium oleh awak media, dugaan korupsi berjamaah yang diduga merugikan keuangan negara mencapai puluhan milyaran rupiah

Dana alokasi Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai Rp 27.958.482.461 yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2019. Diduga Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Barat diduga Mark-up anggaran Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDA) dengan cara berjamaah yang dilakukan Oknum-oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut cukup menyesakkan dada. Betapa tidak, korupsi berjamaah ini sepertinya cukup fenomenal dan jadi tradisi disana. 

Besaran anggaran tersebut dicairkan menjadi dua Tahapan dengan besaran pertama dicairkan bulan Januari Rp 18.422.916.734, lalu pencairan ke dua dengan besaran nilai Rp 9.535.565.727., total keseluruhan anggaran Rp 27.958.482.461./
anggaran tersebut di gunakan untuk Dana BOS yang di anggarkan melalui anggaran APBD Daerah. Untuk SMP,SDN baik Negri maupun sekolah Suasta yang tersebar di 15 Kecamatan, Kabupaten Lampung Barat.

Seperti diketahui Kabupaten Lampung Barat memiliki sekolah SMP maupun SDN hingga Swasta dengan rincian sebagai berikut : 
SMPN sebanyak 46 sekolah Negri, dan 9 sekolah Suasta.

SDN sebanyak 177 sekolah Negri, dan memiliki sekolah Swasta sebanyak 34 sekolah. Dengan keseluruhan siswa SMPN/Swasta sebanyak 6.473 siswa.
SDN/Swasta sebanyak 13.378 siswa.

Seperti Di ketahui Anggaran Bos untuk SMP Sebesar Rp 1 juta/tahun.
Dan untuk SD Sebesar Rp 800 ribu/tahun.
Bila kita Kalikan anggaran yang di habiskan untuk SMPN/swasta pertahun 
6.473 orang X 1.000.000 = 6.473.000.000.-
SDN/swasta 13.378 orang X 800.000 = 10.702.400.000.-
Jadi anggaran seharusnya yang di habiskan untuk membiayai keseluruhan Bantuan BOSDA satu tahunnya untuk Kabupaten Lampung Barat untuk SMP,SD adalah Rp 17.175.400.000./tahun.

Dari anggaran yang di senilai Rp 27.958.482.461 yang di duga di korupsi oleh oknum-oknum dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat senilai Rp 10.584.682.461.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Bulki Basri S.pd M.M ketika dikonfirmasi beberapa kali melalui sambungan telepon seluler tidak menjawab, begitu juga ketika dikonfirmasi melalui via whatsapp tidak juga ada balasan.  (Red)