Home Tanggamus Hukum

Siapa Sepesialis Pungli Dana Desa Kabupaten Tanggamus

227
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Kabupaten Tanggamus tahun 2019 menerima Bantuan Dana Desa Senilai Rp 293.682.614 milyar dari Pemerintah. untuk pembangunan Pekon/desa yang ada di Kabupaten Tanggamus.

namun dana yang bertujuan meningkatkan Imprastruktur dan menunjang Prekonomian Pemerintah Desa tak sedikit Para oknum Koruptor justru memanfaatkan hal itu guna memperkaya diri.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Wonosobo pada tahun 2019, sesuai pengakuan dari salah satu Kepala Pekon yang Ada di kecamatan setempat mengatakan merasa keberatan ada nya iyuran sebesar Rp 10 juta yang dilakukan oleh Pengurus kepala Pekon setempat. Menurut keterangan yang di sampaikannya pada tahun 2019 seluruh Kepala Pekon Pj, yang ada di kecamatan Wonosobo dipungut iyuran sebesar 10 juta, katanya. Sedangkan seperti di ketahui Pekon yang ada di kecamatan Wonosobo, kabupaten Tanggamus terdiri dari 28 Pekon/desa. Bila benar apa yang di sampaikan oleh salah satu Oknum Kades tersebut adanya iyuran itu. Diduga oknum pengurus Pekon/Adepsi. Melakukan pungli sebesar Rp 280 juta.

Sumber Menambahkan, bukan hanya kecamatan Wonosobo saja ada nya penarikan iyuran tersebut, melainkan seluruh Pekon Se kabupaten Tanggamus diduga mengalami hal yang sama adanya penarikan setoran tersebut, jelasnya.

Adanya penarikan iyuran kepada para kepala Pekon di kecamatan Wonosobo. Hal itu dibenarkan oleh Munziri selaku Ketua Adepsi Kabupaten Tanggamus saat di konfirmasi melalui fia ponselnya belum lama ini.

Munziri menambahkan, " benar ada iyuran itu. Dan silahkan di angkat, yang jelas saya tidak terlibat melakukan Penarikan iyuran itu, karna dikala itu saya tidak lagi menjabat, katanya."

Terkait dugaan pungli Program Dana Desa (DD) di 28 Pekon/desa yang ada Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, saat dikonfirmasi kan kepada Camat Wonosobo Edi Fahrurrozi sikap anti pati justru ditunjukan oleh Camat Wonosobo, Seakan tidak peduli dengan masalah yang ada diwilayahnya, ia menolak berkomentar terkait kasak-kusuk Iyuran yang diduga di lakukan Oknum pengurus Kepala Pekon Kecamatan Wonosobo, yang melakukan penarikan uang sejumlah Rp 10 juta/Pekon melalui Pencairan dana desa 2019, Kuat dugaan jika ‘Ada Udang di Balik Batu’ terkait sikap acuh sang camat.
Hal ini akan terus di ungkap pada edisi mendatang.(Red)