Home Lampung Tengah Pariwara

Sinergitas Ruang Tengah Dengan PT Umas Jaya Agrotama

246
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamteng - Organisasi sosial kemasyarakatan RUANG TENGAH (Rumah Aspirasi Masyarakat Lampung Tengah) yang sudah mengantongi izin SK Kemenhumkam No. AHU 0006017-AH.01.07 TAHUN 2020, dan SK kesbangpol Lampung Tengah No : 220 / 029 / B.a.VII.06/2020 dan disyahkan di kenotariatan akta notaris nomor : 2  Notaris & PPAT Merlia Diaz Endika, S.H., M.Kn yang di komandoi oleh Uyang Bahtiar Rifa'i, Sukijo, dan Yusmir Selaku Dewan Presidium dan Agus Hikmat, S.Ip selaku Dewan Pendiri, melakukan pendekatan pendekatan dengan berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta.

Kali ini RUANG TENGAH menyambangi PT. UMAS JAYA AGROTAMA, salah satu perusahaan terbesar yang berada di wilayah Lampung Tengah, perusahaan ini sangat luar biasa dimasa covid-19 ini protokoler kesehatan benar-benar diterapkan di masa covid saat ini, misalnya setiap tamu yang masuk harus ada surat pengantar tamu yang juga sudah di stempel bebas covid 19 dengan cara security memeriksa suhu tubuh dengan menggunakan alat thermo gun, artinya kesehatan para pekerja pun akan sangat terlindungi dan meminimalisir resiko yang terjadi di masa pendemik covid-19 saat ini.

Tak butuh waktu lama Team RUANG TENGAH pada pukul 10:00 wib, di antarkan petugas keamanan "security" (red) langsung menuju Kantor Community Relations Division) menemui bapak Erwin (red) dan Senior Legal Division Bapak Hendri Tanujaya yang memang sebelumnya sudah dibuatkan schedule meet up oleh Ir. Wayan Ardana selaku Top Manager PT. UMAS JAYA AGROTAMA dalam rangka proposisi kegiatan kemitraan.

Diskusi antara RUANG TENGAH dan PT UMAS JAYA AGROTAMA lebih kepada bagaimana terjalin sebuah kemitraan dan sinergitas antara Non Government Organizations (NGO-red) dengan pihak swasta perusahaan, apa yang bisa terjalin dalam rangka kerja sama, simbiosis mutualisme antara perusahaan dan NGO dengan semata untuk kepentingan masyarakat khususnya masyarakat Lampung Tengah.

"Dengan humble bahwa posisinya berada di tengah, artinya ia berada ditengah-tengah posisi masyarakat dan perusahaan karena sesuai tupoksi dan hak nya," Erwin, Selasa (25/8/2020).

Senada dengan pernyataan Hendri Tanu Jaya selaku Senior Legal Manager di perusahaan tersebut, Agus Hikmat, S.Ip selaku dewan pendiri RUANG TENGAH menjelaskan bahwa prinsip organisasi dan visi misi Ruang tengah adalah ada dalam kalimat "RUANG" yang berakronim Recognise (Keimanan) , United Humanisme (kebersamaan kemanusiaan) , Attitude Humanisme (Tata Krama kemanusiaan), Negotiable (Musyawarah) Global Generations (regenerasi secara global).

"Dari semua itu akhirnya kami sepakat bahwa ada regenerasi yang harus kita selamatkan di Lampung Tengah, dan Index pendidikan masyarakat perihal SDM masyarakat Lampung Tengah yang berada di pelosok dan penjuru harus punya kesetaraan megenyam pendidikan yang baik dari sejak usia dini, baik pendidikan IMTAQ dan IPTEK karena di era globalisasi ini kita harus mampu bersaing secara sehat dengan dunia luar, dan indonesia ini adalah bangsa yang besar," katanya.

Kini saatnya perusahaan dan Non Government Organizations (NGO) bekerja sama menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan (sustainable livelihood). Itulah salah satu poin penting yang diucapkan Agus Hikmat, S.Ip, seorang pendiri NGO RUANG TENGAH (Rumah Aspirasi Masyarakat Lampung Tengah)  

Menurut Hikmat, demikian Agus Hikmat, S.Ip biasa disapa, saat ini perilaku perusahaan maupun NGO sedang berubah. Kini, perusahaan sedang berubah menjadi lebih bertanggung jawab sosial karena adanya tekanan eksternal maupun munculnya kesadaran dari dalam perusahaan sendiri. Tekanan eksternal datang dari NGO pemerintah, lembaga internasional ataupun mitra bisnis yang “menekan” agar perusahaan lebih bertanggung jawab sosial, sedangkan kesadaran dari dalam perusahaan sendiri muncul karena perusahaan mulai memahami perlunya bertanggung jawab sosial agar bisnis dapat berkelanjutan.

Di sisi lain, cara pandang NGO juga harus berubah. NGO yang dahulu selalu memandang perusahaan sebagai organisasi yang hanya mencari keuntungan finansial semata, bahkan menganggap sering menabrak peraturan dan mengabaikan kondisi lingkungan, mulai melihat perlunya bekerja sama dengan perusahaan untuk menyejahterakan masyarakat.

Kerja sama ini dapat dilakukan karena NGO dan perusahaan dapat melakukan sinergi berdasarkan pengalaman dan kapasitasnya masing-masing untuk menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

"Contohnya, NGO memiliki pengalaman dan kapasitas untuk mendampingi masyarakat," ungkap Hikmat

Hikmat menuturkan, NGO memilki kemampuan untuk mendekati masyarakat sehingga dapat mengetahui langsung kebutuhan masyarakat. Karena dekat dan dapat diterima masyarakat, NGO dapat menyusun dan melakukan kegiatan serta memotivasi masyarakat untuk bersama-sama berupaya meningkatkan taraf hidup berdasarkan program yang disusun bersama. Di sisi lain, perusahaan memiliki dana atau anggaran yang dapat dialokasikan untuk kegiatan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjamin kelangsungan operasional dan bisnis perusahaan.

"Pada intinya, adanya sumber penghidupan yang berkelanjutan akan menguntungkan seluruh pihak," ucapnya.

Selain itu, masyarakat juga diajarkan cara mengelola dan mengembangkan organisasi agar dapat mengembangkan usahanya. 

“Sudah saatnya Sinergitas antara NGO dan Perusahan bisa terwujud dalam sebuah penataan penghidupan berkelanjutan dalam rangka menyelamatkan regenerasi kita kedepan," katanya.   (Gun)