Home Lampung Tengah Pendidikan

SMKN 2 Terbanggibesar Implementasikan MoU Tentang Penguatan Pendidikan Karakter

300
0
SHARE
(Foto dok : Handalnews.id)

Handalnews.id, Lampung Tengah - SMKN 2 Terbanggibesar, Lampung Tengah, mengimplementasikan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Panglima TNI, tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah. 


Dikatakan Kepala SMKN 2 Terbanggibesar, Yos Devera, S.Pd., MM., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2019), bahwa pihaknya semakin mantap menerapkan sistem PPK kepada seluruh siswa, khususnya bagi siswa baru yang kelas X dan kelas XI.

 


"Kalau di sekolah kita ini, sistem Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sudah kita lakukan sejak tiga tahun lalu. Sebelum orang lain berfikir tentang hal itu, kita sudah lebih dulu melakukannya," ujar Yos, sesaat usai membuka kegiatan PPK, yang berlangsung di lapangan sekolah setempat, Kamis (18/7/2019).  


Kegiatan PPK untuk seluruh siswa kelas X dan XI, akan dilaksanakan selama tujuh hari kedepan, dimulai pada Hari Kamis - Rabu (18 - 24/7/2019) mendatang. Seluruh siswa, setiap hari akan diberikan berbagai materi dasar kedisiplinan. 


Kegiatan ini melibatkan 10 personil anggota TNI AU dari Lanud M. Bun Yamin, untuk melatih sebanyak 596 siswa kelas X. Sedangkan 5 personil anggota TNI AD, pelatih untuk siswa kelas XI. Dan kegiatan PPK antara siswa kelas X dan XI ditempatkan di dua lokasi berbeda. 


"Ya siswa kelas XI tetap kita ikutkan lagi pada PPK ini. Tujuannya, untuk lebih memperdalam kedisplinan kepada siswa. Hal ini penting, untuk menanamkan karakter siswa," jelasnya. 


Setelah siswa usai mengikuti PPK, barulah siswa aktif mengikuti jam belajar mengajar secara aktif, yang akan dimulai pada awal bulan Agustus nanti. "Ya anak-anak mulai aktif belajar di dalam kelas, nanti sekitar awal bulan Agustus, imbuhnya. 


Sementara Ketua Komite SMKN 2 Terbanggibesar, Kapten Lek. Ishak Juarsyah, S.Sos., yang ditemui disela-sela kegiatan PPK menyampaikan, kepada seluruh siswa diberikan dasar-dasar kedisiplinan, mulai dari cara baris-berbaris, etika kepada senior, guru, orang tua dan teman sebaya, serta penanaman jiwa kebersamaan (korsa). 


Selain itu, imbuh Ishak, diberikan juga pendidikan keimanan dan ketaqwaan, seperti sholat tepat waktu secara berjamaah. Disamping penanaman rasa kebangsaan, wawasan Nusantara, dan mendalami makna Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45. 


"Penguatan Pendidikan Karakter ini penting, semua materi tentang kebangsaan, keimanan dan ketaqwaan kita berikan. Yang lebih penting lagi, kita tanamkan jiwa korsa," pungkas Ishak. (Gun)