Home Bandar Lampung Hukum

SOROT KORUPSI DINAS LINGKUNGAN HIDUP Rp 40,8 M. " Sahriwansah, S.E. Diduga Tidak Becus Jadi Kadis "

696
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Bandar Lampung - Praktek korupsi di negeri ini semakin tidak dibendung, Berbagai dugaan Masalah bermunculan di sektor Dinas Lingkungan Hidup, Kota Bandarlampung, adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), hal itu menjadi sorotan masyarakat, di Kota Tapis Berseri.

Korupsi telah menjadi penyakit kronis, Untuk memaksa integritas penegak hukum masih membutuhkan waktu dan Senergi yang tidak kecil. padahal prilaku Korup yang mengancam kelangsungan hidup bangsa, namun memaksa
integritas penegak hukum masih membutuhkan waktu, Macetnya reformasi di tubuh penegak hukum dalam pemberantasan korupsi akan sangat menentukan.

Jika Penegak Hukum di Kota Bandar Lampung benar- benar Menjalankan sesuai Tugas dan pungsinya (Tupoksi), adanya dugaan yang di lakukan para oknum Dinas Lingkungan Hidup, yang diduga Praktik busuk menyelewengkan uang rakyat yang akan menyebabkan indeks persepsi korupsi yang ada di Kota Bandar Lampung tinggi.

Seperti di ketahui Pada Tahun 2020, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, di Kucurkan Anggaran yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) dan Anggaran Swakelola senilai
Rp 40,8 Milyar, untuk membiayayai Paket Penyedia sebanyak 62 paket penyedia.

Dimana dari 62 paket penyedia,diduga adanya indikasi Mark-up hingga pungutan setoran proyek yang mencapai, 20% hingga 25%.

Kegiyatan yang menonjol adanya dugaan Mark-up, seperti, Untuk Pembelian
Belanja Penggantian Suku Cadang Rp 1,5 miliar.
dimana, menurut pengakuan dari Narasumber yang namanya enggal di Camtumkan, mengatakan, bahwa keseluruhan kendaraan baik Mobil Dumtrak,Truk Amrol, Mobil PickUp dan Motor roda tiga dengan total keseluruhan sebanyak 194 yunit kendaraan milik Pemerintah Kota Bandar Lampung yang ada di Dinas Lingkungan Hidup, yang mengalami kerusakan sebanyak 16 Unit saja, tegasnya.

iya menambahkan," dari masing yunit kendaraan seperti, Dum Truk 12 yunit, Truk Amrol 2 yunit, dam mobil Mobil Pick Up 2 yunit. Tutupnya.

Praktik busuk menyelewengkan uang rakyat menyebabkan indeks persepsi korupsi di Provinsi Lampung masih saja dicap Tinggi oleh Masyarakat Lampung.

Diduga bukan hanya kegiyatan itu saja yang menjadi lahan Korupsi Oleh oknum Dinas Lingkungan Hidup, seperti Kegiatan Belanja Bahan Bakar Minyak Gas dan pelumas
Rp 6,7 miliar. Kendaraan yang terpakai pada tahun 2020, sekitar 169 unit. Itu pun tidak semua setiap hari nya dijalankan, dikarnakan Lockdone lantaran akibat virus Covid-19.

Belanja modal Pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor truck Rp 5,2 miliar, diduga adanya Konspirasi oknum Dinas BLH dengan pihak ke tiga/ kontraktor, Pasalnya. Seperti kendaraan Truck yang mengalami kerusakan baik ringan mau berat kerusakannya sebanyak 13 unit kendaraan.

Adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), saat di konfirmasi oleh wartawan koran ini kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sahriwansah, S.E., beliau Mengatakan silahkan kordinasi ke Bagian Tata Usaha. Ucapnya.

Kepala Tata Usaha Dinas Lingkungan Hidup saat di tanya terkait adanya dugaan Mark-up dan Korupsi, iya mengatakan kepada awak media ini. Namanya manusia, tidak semuanya benar, ucapnya.

Adanya hal itu, diharapkan Pihak Penegak Hukum Prepisional, dalam mengusut adanya dugaan yang dilakukan para oknum Koruptor di Dinas Lingkungan Hidup, Efektif atau tidaknya penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi akan sangat menentukan ada atau tidaknya efek jera bagi para pelakunya.

Dugaan Adanya indikasi Korupsi ini akan terus di ungkap pada edisi mendatang, kuat dugaan bukan hanya kegiyatan itu saja yang menjadi lahan Bancakan oleh oknum-oknum yang bersarang di Dinas DLH, (Red)