Home Pendidikan

STIE Gentiaras Gelar Ujian Sidang Skripsi Secara Online

1592
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Bandarlampung - Ditengah masa pandemi Covid-19 pelaksanaan perkuliahan mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi dilaksanakan secara online atau daring (dalam jaringan). Bahkan tidak sedikit Perguruan Tinggi  tidak hanya menggunakan praktik pembelajaran jarak jauh saja tetapi proses sidang skripsi dan tugas akhir-pun dilaksanakan secara online.

Seperti di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras Bandar Lampung pada hari Selasa 19 Mei lalu, telah melaksanakan   sidang skripsi mahasiswa berasal dari    Program Studi Manajemen atas nama Gustami  yang berhasil lulus dengan nilai memuaskan. 

Sidang ujian skripsi online tersebut, Gustami berhasil mempertahankan skripsinya dengan judul pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Hotel Amalia Bandar Lampung.  Pada sidang  tersebut bertindak selaku tim penguji terdiri dari Dr. Yunada Arpan, S.E., M.M sebagai ketua sidang yang juga sebagai pembimbing skripsi, Dr. (Can) Ardiansyah Amri, S.Kom., M.M dan Drs. Irianto Loka, SE., MM selaku  penguji utama non pembimbing.

Gustami mempertahankan skripsinya di depan dosen penguji melalui aplikasi Zoom dengan layar laptop dari rumahnya di Sukarame, sedangkan para dosen penguji berada di berbagai tempat  yang terpisah seperti Dr. (Can) Ardiansyah Amri, S.Kom., MM yang berada di Jakarta, Dr. Yunada Arpan, SE., MM berada di kampus STIE Gentiaras yang saat itu sedang piket, dan Drs. Irianto Loka, SE., MM selaku  penguji utama berada di rumahnya di Pahoman Bandar Lampung.

Ketua tim penguji Dr. Yunada Arpan, SE., MM dihubungi saat sidang berakhir melalui telepon menjelaskan pihaknya telah melaksanakan sidang skripsi dengan teleconference, sidang skripsi melalui aplikasi Zoom berlangsung sekitar 2 jam dan terbagi atas tiga tahapan, alhamdulillah semua bisa berjalan lancar dan tim penguji  sepakat menyatakan yang bersangkutan dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan.

Pelaksanaan sidang secara online ini dilakukan agar hak kelulusan mahasiswa yang sudah menyelesaikan skripsinya tidak mengalami penundaan ujian. Ditegaskannya, tidak ada alasan bagi dosen untuk mempersulit atau melakukan penundaan ujian sidang ataupun ujian proposal  bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akhir.

“Artinya meskipun saat ini sedang WFH akibat  pandemi Covid-19 tetapi dengan kemajuan teknologi informasi maka semua pihak terutama para dosen tetap dapat memberikan hak kepada mahasiswa untuk melaksanakan sidang ujian akhir melalui beragam aplikasi yang ada,” jelasnya.

Proses sidang skripsi tetap memperhatikan tata tertib sidang, peserta ujian tetap diwajibkan mengenakan atribut seperti memakai jas almamater dan berdasi.

“Pokoknya semua persis seperti pelaksanaan sidang secara konvensional meskipun itu dilakukan secara online, termasuk  mereka juga harus sopan dalam menyampaikan argumen saat sesi tanya jawab jawab,” tegasnya.

Yunada menambahkan, meski ada pembatasan interaksi antara dosen dan mahasiswa, bukan berarti harus menghentikan semua proses pembelajaran apalagi terkait dengan proses ujian skripsi. Kita memberikan solusi bagi mahasiswa meskipun ditengah pandemik Covid-19 ini. 

"Kami tim penguji sangat memperhatikan apa yang disampaikan peserta  secara daring, sebab kami juga membaca atau menyimak skripsi yang telah dikirimkan pada beberapa hari sebelumnya melalui e-mail," katanya.

Selama dalam pembatasan interaksi antara mahasiswa dan dosen ini maka seluruh dosen maupun mahasiswa harus dituntut lebih kreatif dalam menggunakan teknologi informasi untuk melaksanakan proses perkuliahan maupun proses ujian sidang akhir. Misalnya harus memanfaatkan teknologi baik yang sifatnya berbayar maupun yang tidak berbayar seperti aplikasi MS team, Google meet, atau Zoom. 

Gustami ini adalah mahasiswa ke-3 yang telah lulus ujian skripsi secara online. Tentu semua pihak tambahnya, sanhat memberikan apresiasi karena pelaksanaan sidang skripsi secara daring ini berlangsung dengan lancar meskipun ada sedikit kendala yakni pada jaringan koneksi internet yang sedikit mengalami gangguan.  Ia menyarankan agar setiap mahasiswa yang akan melaksanakan proses sidang secara online baik sidang proposal maupun sidang akhir harus betul-betul memperhatikan kesiapan jaringan koneksi internet sehingga tidak mengalami kendala saat proses sidang sedang berlangsung.

Menurutnya, memang ada beberapa mahasiswa yang berada jauh di luar kota yang tentunya jaringan internetnya kurang begitu mendukung, maka pesan saya agar ketika mereka akan melaksanakan proses online harus mencari untuk mendapatkan jaringan internet yang lebih baik sehingga bisa melakukan proses online khususnya sidang skripsi.

Sementara itu Gustami  usai sidang melalui WA Video Call, menyatakan lega karena telah berhasil lulus dengan predikat memuaskan. Meskipun saat itu tidak seperti layaknya sidang secara konvensional yang dihadiri oleh banyak teman tetapi dirinya merasa puas bahwa apa yang di nantikan selama ini telah dijalaninya hingga hingga paripurna dalam proses persidangan dan perkuliahan. (Yd@)