Home Lampung Tengah Hukum

Sugiono Rampok DD Padang Rejo Sejak 2017

163
0
SHARE
Foto dok: Iskandar HN

Terkenal Licin dan Punya Ajian Halimun 

PUBIAN (HandalNews) Semenjak Sugiono menjabat sebagai Kepala Kampung Padang Rejo, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, pada 2017 lalu, roda pembangunan disana ibarat hidup segan mati tak mau, bahkan kucuran Dana Desa yang selalu digelontorkan setiap tahun selalu lenyap di telan Bumi tanpa meninggalkan bekas. Pola kepemimpinan yang amburadul ini semestinya segera mendapat perhatian berbagai kalangan, kalau memang ada indikasi merugikan keuangan negara, aparat penegak hukum harus segera bertindak. 

Dari catatan awak media ini diketahui jika sepanjang tahun 2017-2018 kucuran Dana Desa yang diterima Kampung Padang Rejo hanya digunakan untuk merealisasikan pembangunan balai kampung setempat, yang nilai bangunannya sangat tidak masuk akal dengan besaran anggaran yang di kelola.    
Sehingga sangat wajar jika muncul asumsi dari masyarakat Kampung Padang Rejo, jika Sugiono menjabat kepala kampung hanya untuk mengejar anggaran Dana Desa saja.

“Sejak tahun 2017 sampai 2018, anggaran Dana Desa hanya digunakan untuk pembangunan balai kampung. Itu pun nilainya tidak sepadan dengan anggaran yang dikelola. Nah kalau sisanya entah digunakan untuk apa?,” ujar sumber koran ini yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Sumber juga mengungkapkan jika Sugiono sangat piawai dan licin dalam menggerus anggaran Dana Desa, sehingga muncul pemakluman jika sampai saat ini dirinya masih aman-aman saja dan selalu lolos dari jerat hukum. “Kalau Dana Desa sudah cair dia (Sugiono-red) mulai menghilang, kalau mau ditemui pasti tidak akan pernah bisa,” ungkap sumber.

Sumber lain juga menyebutkan jika Dana Desa Kampung Padang Rejo hampir dikelola oleh Sugiono sendiri tanpa melibatkan bendahara. “Bendahara hanya kelola Dana Desa sebesar 50 peresen, sementara sisanya dikuasai Sugiono yang entah apa dan kemana juntrungnya,” tandas sumber lain.

Diceritakan sumber jika selama masa pandemi Covid-19, Sugiono selalu melancarkan modus pura-pura sakit dan melakukan karantina mandiri saat dia sudah menguasai Dana Desa.

“Sugiono itu sangat picik, banyak sekali modusnya untuk menggerus Dana Desa dan supaya lolos dari jeratan hukum dia berpura-pura tertular Covid-19 dan selalu bersembunyi di kediaman anaknya yang berada di Dusun Tanjung Mas, Kampung Payung Batu. Padahal pernah kepergok sekali waktu dia sama sekali tidak melakukan isolasi dan masih bugar bahkan tidak menggunakan masker,” tukas sumber.

Banyak masyarakat Kampung Padang Rejo juga yang menyesalkan karakter Sugiono yang tidak peduli dengan masyarakat dan kondisi Kampung Padang Rejo. Bahkan saat ditanya perihal dirinya yang selalu menghilang dan tidak mengurus pembangunan kampung, Sugiono, hanya menjawab ‘ben wae’ atau biarkan saja.

Dari pantauan awak media ini diketahui jika kediaman Kepala Kampung Padang Rejo tidak pernah terbuka dan terkesan sebagai rumah kosong yang ditinggal penghuni lantaran penghuninya selalu keluar masuk melalui pintu belakang agar tidak terpantau masyarakat.

Selain itu bila hendak disambangi kediamannya, pihak keluarga pasti menjawab jika Sugiono tidak ada ditempat. (Iskandar HN)