Home Lampung Tengah Umum

Supriyanto : Kembalikan Manfaat Pasar BJP Kepada Fungsi Awalnya 

166
0
SHARE
Foto: Bandar Jaya Plaza

HandalNews.id, Lampung Tengah - Seorang Jurnalist Senior dan Pemerhati Pembangunan Daerah, Drs. Supriyanto, berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng), mengembalikan kemanfaatan pasar Bandarjaya Plaza (BJP) sesuai fungsi awal. 
 
Dikatakannya, niatan Bupati Lamteng, Andy Achmad SJ., membangun pasar tradisional Bandarjaya yang kumuh dan becek, dirubah jadi pasar daerah yang bertaraf nasional setingkat Plaza, adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani dan pedagang sekitar. 
 
"Ya saya kira sudah saatnya, pemerintahan Bupati Musa Ahmad saat ini, mengembalikan kejayaan pasar Bandarjaya, sesuai dengan konsep awal Bupati Andy Achmad. Tujuannya, untuk memajukan dan meningkatkan perekonomian petani dan pedagang yang ada di Lampung Tengah," ujarnya, Rabu (19/5/2021). 
 
Ia tidak ingin, pasar itu hanya dijadikan bancaan oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan, tanpa memikirkan kelangsungan masyarakat dan pedagang sekitar, terutama pedagang kecil dan menengah. Karena niatan Bupati Andy Achmad, adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. 
 
Masih kata Supriyanto, sejak dibangunnya pasar BJP pada tahun 2001 lalu, usaha masyarakat dan pedagang kecil sangat bergairah, seiring dengan mulai membaiknya perekonomian nasional, pasca tragedi 1997. Bupati Andy Achmad berinisiatif membangun pusat perekonomian masyarakat. 
 
"Kita sama-sama tahu, pasca peristiwa 1997 sampai tahun 2000-an, masyarakat ekonomi lemah benar-benar mengalami drop, banyak pengusaha besar dan menengah yang gulung tikar, berimbas juga pada petani dan pedagang kecil. Dengan sentuhan tangan dingin Andy Achmad, dia mencoba membangunnya kembali," urai Supriyanto. 
 
Tidak salah, bila Bupati Musa Ahmad mengembalikan kejayaan pasar Bandarjaya, karena dia tahu betul dengan perjalanan Bupati Andy Achmad membangun Lampung Tengah, karena Musa Ahmad juga termasuk salah satu putra daerah, yang ikut andil dalam pembangunan daerah. (Gun)