Home Lampung Tengah Pemerintahan Daerah

Tangani Stunting, Bupati Lamteng Gelar Rakor

171
0
SHARE

Poto Dok: Handalnews.id

Handalnews.id, Lamteng - Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto  membuka rapat koordinasi (Rakor) Kader Pembangunan Manusia (KPM) kabupaten Lampung Tengah di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak Gunung Sugih, Sabtu (7/9/19). 

Acara di hadiri oleh bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosuemarto didampingi oleh Kadis Kominfo Drs.Sardjito, Kadis PMK Drs Firdaus Roka'in M.M l, Plt Kadis Kesehatan Edy Sunarko unsur forkopimda dan
KPM se-Kabupaten Lampung Tengah, para Camat, serta Kepala Kampung se-kabupaten Lampung Tengah. 

Sementara Bupati  Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah mendukung penuh gerakan penanganan stunting. Penanganan stunting akan dilakukan sampai level kampung karena sasaran utama adalah Ibu hamil dan balita usia dibawah 2 tahun serta balita. 

"Kampung  memiliki peran besar dalam konvergensi layanan pencegahan stunting,maka dari  KPM itu semua unsur yang terkait harus saling bekerjasama dalam pencegahan stunting," ujar Bupati. 

Bupati juga mengingatkan untuk selalu menjadikan gotong royong sebagai landasan dalam menjalankan program dan kegiatan kegiatan yang ada. dan berharap kedepannya seluruh KPM memiliki pemahaman dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)  terhadap Stunting, selanjutnya dapat memberikan sosialisasi dan pemahaman bagi masyarakat di kampung masing-masing

"Pemda Lampung Tengah mendukung gerakan pencegahan dan penanganan stunting saat ini Lamteng, termasuk 10 besar daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah daerah Lampung Tengah mengusulkan program dan pendekatan pencegahan dan penanganan stunting," katanya.

Bupati mengungkapkan, dengan melalui  lima layanan utama yaitu  Layanan kesehatan ibu dan anak, layanan konseling ibu terpadu, layanan perlindungan sosial, pelayanan air bersih dan sanitasi, layanan Paud dan pendidikan penting bagi orang tua. 

"Saat ini ada sekitar 30% warga 
Lampung Tengah yang mengalami stunting untuk itu dia saya memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mendata ulang dan mengatasi  agar tidak bertambahnya warga yang mengalami stunting," sebutnya.

Bupati bertekat di tahun' 2023 Kabupaten Lampung Tengah bebas stunting oleh karena itu ntuk mengatasi stunting di lampung tengah, berbagai program kerja telah dilakukan yaitu dengan mengupayakan mendirikan rumah sakit diwilayah timur dan akan mengupayakan ditambahnya puskesmas puskesmas rawat inap.

"Saya minta kepada Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, camat dan kepala kampung bila mengetahui ada warga yang sakit dan tidak mampu untuk berobat agar segera membawa warganya ke rumah sakit demang sepulau raya berobat gratis," pungkasnya.

Sementara itu salam laporan nya Panitia penyelenggara, Nunuh Wahyudi mengatakan bahwa KPM sudah dibentuk pada April 2019 di 301 kampung yang mayoritas  berasal dari unsur kader posyandu dan guru PAUD dengn tujuan KPM membantu desa dalam pengelolahan layanan setempat, meyediakan layanan Stunting, layanan ini mencakup sektor kesehatan, air bersih, sanatasi, jaminan sosial, pendidikan sekolah dini, untuk ibu hamil, anak-anak di bawah umur 2 tahun.

"Diharapkan dengan rapat ini bertujuan untuk koordinasi agar menyepakati anggaran usulan pencegahan dan penanganan stunting di Lampung Tengah," ujar Nunuh. (Mis)