Home Lampung Tengah Life Style

Tapis Lampung Karya Napi Lapas Gunungsugih Mejeng di Correctional Fair

211
0
SHARE
(Foto dok : Handalnews.id/Rls)


Handalnews.id, Lampung Tengah - Kain sulam tapis Lampung, hasil karya para narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsugih, dipajang dan di pamerkan pada acara Lampung Correctional Fair 2019, yang berlangsung di Bandarlampung.

Dikatakan Kepala Lapas Gunungsugih, Syarpani, kegiatan ini dalam rangka menunjukkan kepada masyarakat, bahwa isi Lapas atau Rutan yang isinya orang-orang bemasalah dengan hukum, namun tetap melakukan usaha untuk perubahan, dengan meningkatkan kreatifivas dalam lingkungan yang serba terbatas.

"Walaupun mereka dibatasi oleh tembok, namun peningkatan kreativitas mereka tidak terhalang. Pada ajang pameran ini, Lapas Gunungsugih menampilkan karya terbaiknya, salah satunya kain tapis Lampung dengan berkualitas tinggi," jelas Syarpani, Senin (22/7/2019).

Penjelasan Syarpani kepada beberapa awak media, disela-sela pembukaan Kemenkumham Lampung Correctional Fair 2019, yang akan berlangsung selama enam hari, yaitu pada 22-27 Juli 2019, di Lampung Walk, Jl. Urip Sumoharjo Bandarlampung (depan RS Urip Sumoharjo).

“Kami tampilkan hasil karya terbaik, kain tapis Lampung bernilai jual tinggi, dengan kisaran harga antara 700 ribu-2,8 jt. Ajang ini sangat bagus, agar masyarakat mengetahui bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk berkreatifitas dan berkarya," ujarnya.

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil tor Wilayah Kemenkum-HAM Lampung, Edi Kurniadi, yang juga sebagai Ketua Panitia Kemenkumham Lampung Correctional Fair 2019, pameran ini adalah upaya pencapaian tujuan pemasyarakatan.

Salah satunya adalah membangun kembali reintegrasi sosial, agar mereka kelak setelah bebas dapat kembali ke masyarakat, dengan dibekali berbagai ketrampilan, yang diperoleh di dalam Lapas/ Rutan.

“Bukti nyata, napi diberikan bekal agar setelah bebas memiliki keterampilan dan tidak mengulangi tindak pidana," jelas mantan Kalapas kelas 1 Cipinang ini.

Edi menambahkan, bahwa kegiatan ini juga merupakan implementasi Permenkum-HAM RI. Nomor 35 tahun 2018, tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarkatan. (Gun)