Home Lampung Utara Pemerintahan Daerah

Tasyakuran Tutup Panen Wilayah Tiga Warga Minta Air Tidak di Tutup

63
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Utara - BPPSDA ( balai besar pengelolaan sumber daya air) wilayah tiga melaksanakan tasyakurun tutup panen rendeng golongan satu, wilayah tiga d kecamatan abung surakarta, telah selesai..

kegiatan tutup pananen sekaligus silaturrahmi antara petani dengan para petugas pengairan, kegiatan yang di laksanankan di uptd tatakarya kec. Abung surakarta, rabu 17 maret 2021 bertempat di desa karyasakti kec. Abung surakarta,,berjalan lancar dan meriah,,

acara yang di hadiri oleh satker propinsi diwakili oleh Rusdianto, kepala uptd wilayah tiga Anjar safari hadir pula uptd way umpu sohalbed roni, uptd abung timur dedi amriwan, uptd pulung kencano roberta robet..uptd way tulung mas kaslet, dan beberapa tokoh masyarakat di wilayah 3 acara yang di buka dengan panen raya oleh uptd wilayah tiga hanjar safari.. serta penyerahan cindra mata berupa cangkol, pada 18 ketua gp3a, sementara anjar menyampaikan bahwa cindra mata tersebut sekedar simbol bahwa betapa penting nya pertanian, dan semoga kedepan semangat para petani dapat selalu mengalir terus seperti cangkol yang selalu membuat saluran jalan nya air.serta betapa penting nya air untuk para petani dan betapa penting nya para petani untuk pengairan, petani juga harus membaca situasi jangan sampai petani nekad gaduh kalau gak ada air, ungkap anjar.

sementara uptd wilayah tatakarya hendra saputra anggara.. menyampaikan acara semacam ini baru pertama kali di selenggarakan di uptd wilayah tiga,dengan harapan agar para petani bisa langsung menyampaikan keluhan nya, karena sementara ini kami selalu menjemput bola, dalam setiap kegiatan, seperti bila air akan di tutup atau di alirkan petugas kami selalu keliling menyampaikan pada para petani,, dan kami juga berharap pada dinas pertanian untuk setiap kegiatan atau program yg akan di sampaikan agar bisa berkordinasi dengan para uptd yang ada di wilayah tersebut, selama ini dinas pertanian selalu berjalan sendiri, sehingga kami kadang kesulitan untuk mengatur air..

di lain pihak tokoh masyarakat sekaligus ketua GP3A menyampaikan harapan para petani terutama wilayah 3 bisa melakukan penanaman atau yang akrab di sebut gaduh menurut.

Kabul petani di jaman covid seperti ini hanya sektor pertanian yang jadi andalan masyarakat pedesaan jadi petani sangat mengharapkan agar air tidak ditutup,demi kelangsungan ekonomi kami para petani, para petani juga sangat berterimakasih atas hadirnya satker propinsi, karena bisa bertatap muka dan bisa langsung melihat situasi pertanian di wilayah kami, jadi kami ngeluh kurang air dan sebagainya mereka sdh tahu keadaan yang sebenarnya,kami petani tidak bermuluk muluk permintaan pada pemerintah, pertama kami minta air stabil kalau bisa kami setahun duakalai panen, dan pupuk bisa mudah di dapat serta dengan harga yang terjangkau, lalu jalan kelokasi pertanian bisa di perbaiki. (Basirun)