Home Pesawaran Pendidikan

Teluk Hantu, Tersimpan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

1238
0
SHARE
Emilia Katarina Salah satu guru di SDN 9 Punduh Pidada

Handalnews.id, Pesawaran - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) RI ke-74 Tahun, (1945 - 2019) Bangsa Indonesia tidak lepas dari perjuangan rakyat Bangsa Indonesia untuk melawan penjajah merebut kemerdekaan.
 
Ribuan pahlawan harus gugur hanya untuk merebut kemerdekaan, meski dengan bambu runcing dan semangat Kemerdekaan. dijaman sekarang untuk mengisi kemerdekaan adalah bagaimana mencerdaskan anak bangsa dengan melalui pendidikan sejak usia dini.
 
Salah satunya yang mungkin luput dari pantauan dan perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" yang ada di Teluk Hantu tepat di SDN 1 Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada.
 
Dia adalah Emilia Katarina, mengungkapkan kepada Handalnews.id, dirinya mengabdi sebagai guru sudah dilakoni sejak tahun 1988 yang pada waktu itu masih Kabupaten Lampung Selatan dan di tempatkan di SDN 1 Pagar Jaya yang dulu SDN 5 Sukarame dan sekarang diganti dengan SDN 9 Punduh Pidada.
 
Ketika awak media ini ingin lebih jauh mengupas tentang bagaimana keseharian mengajar di daerah terpencil, Emilia Katarina hanya dengan senyum mengatakan tetap melakukan aktivitas sebagai guru di perkampungan sekitar masyarakat nelayan yang orang kenal dengan nama pantai, "Teluk Hantu".
 
"Saya hanya sebagai guru disana, lebih kurang satu tahun lagi saya pansiunan sebagai PNS," jelasnya dengan nada tenang, Rabu, (7/8/19).
 
Dengan bergegas karena pelatihan akan segera dimulai, Emilia Katarina mengaku belum menerima penghargaan berupa honor tambahan yang disebut dengan guru di daerah terpencil (Gudacil).
 
"Saya pernah menerima sekali dalam setahun, setelah itu tidak menerima lagi karena menurut zona daerah kami bukan daerah yang terpencil," tambahnya.
 
Katarina juga mengatakan, meski upaya berkali-kali mengusulkan ke kabupaten agar guru di sekolahnya mendapat tambahan dengan sebutan honor Gudacil, ternyata hingga sampai saat ini, di sekolah belum ada lagi tunjangan tersebut.
 
"Ya mau bagaimana lagi, orang katanya tempat saya mengajar tidak masuk wilayah zona daerah terpencil, sedangkan setahu saya ada sekolah di kecamatan yang sama dan lebih dekat dibandingkan sekolah saya  malah menerima," tambahnya.
 
Emilia kelahiran Jogjakarta dan menyelesaikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun 1982 ini menuturkan untuk Jumlah murid di SDN 9 Punduh Pidada sebanyak 60 anak dan untuk PNS nya ada 2 orang sedangakan Honorer ada 4 orang guru.
 
 "Saya berharap Bupati Pesawaran melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan tunjangan kepada guru terpencil berupa Gudacil, kalau saya setahun lagi pensiun pak, namun harapan saya untuk guru-guru yang lain, di sekolah ini," ujarnya.   (Ismail