Home Lampung Tengah Hukum

Ternyata ! Asal Mula Nengah Sukarta Diduga Korupsi BOS

594
0
SHARE
Gambar Ilustrasi

Handalnews.id, Lampung Tengah - Dugaan Korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018, yang terjadi disekolah SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah,masuki babak baru.

Pasalnya dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Oknum kepala sekolah tersebut diawali adanya pemotongan Rp.20.000,- Persiswa penerima Bantuan. berhembus kabar dana tersebut di pergunakan untuk kebutuhan Organisasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Berdasarkan pengakuan Narasumber, menjelaskan, SMA Negeri 1 Seputih Banyak tahun 2018 menerima BOS Sebesar Rp.1.150.800.000,- dengan Rincian Triwulan I Rp.222.880.000,- dengan Jumlah siswa 796, Triwulan II Rp.444.640.000,- jumlah siswa 794, Triwulan III Rp.241.640.000,- jumlah siswa 863 dan Triwulan IV Rp.241.640.000 jumlah siswa 863.

Jika merunut pada ketentuan, Bantuan Operasional Sekolah per-siswa untuk SMA menerima Rp.1.400.000 jadi untuk SMA Negeri 1 Seputih Banyak Menerima 796*Rp.1.400.000 = Rp.1.114.400.000 dari dana tersebut jika dipotong Rp.20.000 persiswa maka dana BOS disekolah tersebut tersisa Rp.1.098.480.000-.

Lebih dalam sumber juga menuding telah terjadi dugaan Manifulasi Data siswa penerima bantuan. Sebab pihak sekolah seharusnya hanya menerima dana BOS sebesar Rp.1.114.400.000,- tetapi fakta yang terjadi dana BOS yang diterima Rp.1.150.800.000,-.

“ada selisih dana sebesar Rp.36.400.00,- dan secara akal logika Triwulan pertama jumlah siswa hanya 796 tetapi di Triwulan IV menjadi 863 siswa selisinya 67 siswa sedangkan didalam aturan satu kelas hanya bisa menampung 32 siswa dengan lonjakan seperti itu pastinya pada tahun 2018 ada penambahan RKB tetapi disekolah tersebut tidak ada penambahan RKB lalu siswanya ditaruh dimana maka itu saya menduga 67 siswa itu Fiktip”,paparnya.

Lebih jauh sumber mengatakan, dana BOS di sekolah tersebut dikucurkan dalam beberapa kegiatan, sedangkan untuk SMA Negeri 1 Seputih Banyak dugaan kegiatan yang di Korupsi adalah kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler, kegiatan evaluasi pembelajaran, pengelolaan sekolah dan pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah.

Secara rinci sumber menambahkan, untuk SMA Negeri 1 Seputih Banyak, kegiatan pembelajaran dan Ekstrakurikuler pada tahun 2018 diduga menjadi salah satu kegiatan yang dijadikan lahan basah untuk diKorupsi oleh Oknum kepala sekolah.

Sebab menurut Sumber, membahas ekstrakurikuler di sekolah, dalam pengajuannya hampir 17 lebih ektrakurikuler, sementara fakta dilapangan justru berbanding terbalik. Contohnya kegiatan siswa di bidang UKS yang tidak berkembang, dalam ekstrakurikuler futsal, siswa malah harus memberikan iuran untuk membeli Bola.

Menurutnya, pihak SMA Negeri 1 Seputih Banyak telah mengeluarkan biaya dari dana BOS untuk kegiatan ekskul diantaranya seperti Basket, Pencak Silat, Sepak Bol, Voli, Bulu Tangkis, Tenis, Futsal, Softball, Karya Ilmiah, Seni Tari, PMR, PIK-KPR, Paskibra dan Pramuka.
“Sudah seharusnya aparat penegak hukum melakukan tindakan untuk memeriksa sampai sejauh mana realisasi anggaran Dana BOS di SMA Negeri 1 Seputih Banyak dan Oknum Koruptor yang bersemayam disana harus menerima konsekuensinya.

Edisi mendatang permasalahn ini akan terus dijabarkan.(*)