Home Pesawaran Hukum

Tilep Anggaran Sekolah, Kadisdik Provinsi Lampung, Panggil Kepsek SMAN 1 Kedondong

1296
0
SHARE
Kepala Bidang Pembinaan SMA, Diona Katharina, S.Sos., M.Pd

Dudi Indiana Diduga Manipulasi LPJ Dana BOS Milyaran Rupiah



Handalnews.id, Pesawaran - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, melalui Kepala  Bidang Pembinaan SMA, Diona Katharina, S.Sos., M.Pd, dalam waktu dekat segera akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala SMAN 1 Kedondong Kabupaten Pesawaran Dudi Indiana, terkait dengan dugaan Korupsi Dana sekolah senilai ratusan juta rupiah.

"Ya kami sudah dengar itu, dalam waktu dekat kami dari dinas akan segera melakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah tersebut," ungkapnya, ketika dikonfirmasi, Senin (18/11/19).

Terkait dengan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran sekolah, dia menyerahkan kepada instansi terkait.

"Silakan dari Badan Pemeriksa Keuangan, maupun Inspektorat untuk melakukan Audit maupun pemeriksaan, kalau memang nanti terbukti, saya serahkan kepada aparat penegak hukum untuk memproses lebih lanjut," katanya.

Kabid juga membenarkan jika beberapa bulan yang lalu, ada pernyataan tertulis, dari dewan guru SMAN 1 Kedondong untuk mengusulkan pergantian kepala sekolah di SMAN 1 Kedondong.

"Iya memang benar, beberapa dewan guru membuat pernyataan dan mereka layangkan ke Disdikbud Provinsi agar kepala sekolah tersebut diganti," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Diduga telah melakukan Korupsi Dana sekolah senilai ratusan juta rupiah, Wali Murid beserta Stap Tata Usaha dan Dewan Guru mendesak aparat Penegak Hukum untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kepala SMAN 1 Kedondong Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Dudi Indiana, M.Pd.

"Kami berharap aparat Penegak hukum khusus nya Kejaksaan Negeri Kalianda melakukan pemanggilan dan Pemeriksaan terhadap Pak Dudi Indiana selaku kepala SMAN 1 Kedondong," ungkap salah satu guru sekolah setempat, Kamis (31/10/19).

Karena katanya, selama Dudi Indiana menjabat kepala SMAN 1 Kedondong dalam pengelolaan dana sekolah tidak jelas penggunaannya, baik Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS), Bantuan untuk Program Indonesia Pintar (PIP), Dana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) dan dan Dana Komite.

"Untuk Dana BOS di SMAN 1 Kedondong, setiap tahun Rp 1 Milyar lebih, sedangkan Pak Dudi Indiana, menjabat dari tahun 2016 sampai dengan tahun ini 2019, kemana Dana itu, kalau kita ambil dari tahun 2016, 2017, 2018, tiga tahun itu saja sudah kurang lebih Rp 3 Milyar, untuk tahun ini saja Jumlah Siswa-siswinya, sebanyak 653, jika dikalikan Rp 1.400.000/murid, maka jumlahnya sudah Rp 9.14.200.000," sebutnya.

Namun sambungnya, Dudi Indiana memang terkenal lihai dan licik dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban, sehingga banyak pihak-pihak terkait yang terkecoh, termasuk dewan guru, wali murid maupun aparat penegak hukum.

"Nah untuk dana PPDP, setiap siswa-siswi dikenakan Rp 570 ribu, dengan rincian Seragam Kaos Olahraga Rp 300 ribu, Baju Batik Rp 150 ribu, Atribut sekolah Rp 100 ribu dan Kartu Pelajar Rp 20 ribu," sebutnya.

"Dan ada juga sumbangan untuk Pagar Sekolah Rp 150 ribu, namun miris nya, anak-anak sudah melakukan kegiatan belajar mengajar namun, item-item itu ada yang belum terealisasi, kemana dana itu," tanya dia.

Belum lagi tambahnya, Dana Program Indonesia Pintar (PIP), pada tahun sebelumnya untuk data anak didik banyak yang di Manipulasi dengan tujuan untuk kepentingan memperkaya diri pribadi, tanpa peduli akan dampak perbuatannya yang merugikan masyarakat dan negara.

"Jadi kami berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan, serta melakukan pemanggilan dan pemerintah terhadap Dudi Indiana, selaku kepala SMAN 1 Kedondong, kalau nanti terbukti, agar dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kedondong Dudi Indiana, M.Pd, ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler tidak di angkat, dan ketika di hubungi melalui Whatsapp, dirinya mengatakan masih dalam perjalanan.

"Wassalamualaikum maaf Dinda tadi gak keangkat. Saya lagi otw pringsewu, anak saya sakit. Buru-buru nanti saya telepon balik ya," ucapnya, Senin (28/10/19).   (Ismail)