Home Politik

Tokoh Pemuda Rajabasa, Kecam Matinya Demokrasi Di Pilwakot Bandar Lampung

255
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung - Kontestasi Pilwakot Bandar Lampung kian hari kian memanas. Jelang hari pemilihan yang rencananya akan digelar desember mendatang semua kandidat nampak silih berganti menarik simpati dan animo masyarakat kota tapis berseri. Namun demikian Fino Mardeni, Koordinator Rajabasa Bersatu ini berpendapat sedikit berbeda karena dirinya menyoroti demokrasi yang menurutnya telah mati akibat panasnya persaingan diantara para kandidat.

Menurut Fino demikian sapaan akrabnya, demokrasi adalah pemilihan langsung yang secara ideal harus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kandidat untuk secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dari segala lapisan. Masih kata Fino ia menduga ada salah satu kandidat yang menurutnya berlaku tak pantas dengan cara menebar ketakutan dan teror kepada masyarakat bahwa ada aturan-aturan yang membatasi interaksi calon kepala daerah dengan masyarakat dengan dalih mematuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19.

"Ada kandidat yang menurut saya tak elok, menebar teror kepada masyarakat, menerima tamu salah satu calon saja tak boleh, apalagi berinteraksi. dalihnya karena Corona , padahal menurut saya itu sangat kencang nuansa politis ketimbang nuansa protokol kesehatannya," kata Fino.

Lebih lanjut Fino menambahkan bahwa demokrasi di pilwakot terancam mati jika kandidat tersebut tak mawas diri untuk lebih dewasa menyikapi perbedaan pilihan yang ada ditengah-tengah masyarakat.

"Saya masih berharap kandidat yang demikian mawas diri, kalau tidak ya bisa mati demokrasi kita, perbedaan itu sunatullah," ujar Fino.

Ketika ditanyai soal kandidat mana yang ia maksud, Fino menolak untuk menyebutkan dengan pertimbangan etika dan kesopanan. namun demikian Fino yang merupakan tokoh pemuda di kecamatan Rajabasa tetap konsisten pada pendiriannya untuk tak bersepakat dengan cara-cara yang menurutnya tak elok untuk dilakukan oleh kandidat tersebut.

Pemilihan Walikota Bandar Lampung sendiri diikuti oleh tiga pasang kandidat diantaranya, Eva Dwiana-Dedi Amrullah, Rycko Menoza-Johan Sulaiman, serta Yusuf Kohar-Tulus Purnomo.   (Red)