Home Mesuji Hukum

UKPBJ Mesuji Dikondisikan Disinyalir Ada Unsur KKN Terstruktur, Sistematis, Dan Masif

447
0
SHARE
Poto Dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Mesuji - Carut marutnya lelang paket proyek yang nilai miliaran rupiah pada praktik lelang Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung diduga dikondisikan dan sarat dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Demikian diungkapkan NB (inisial) salah satu kontraktor yang ada di Kabupaten Mesuji, banyaknya kejangggalan dalam lelang pekerjaan kontruksi seperti jalan lingkungan di Desa Brabasan dengan pagu Rp 5,4 Millyar di menangkan tidak berdasarkan harga terrendah.

"Kami tidak dapat surat undangan dari UKPBJ sementara dari hasil penawaran harga kami jauh di bawah dari peserta yang dapat undangan. Ketika kami konfirmasi kepada panitia penyelenggara tidak menangggapi dengan serius bahkan mengarahkan agar melakukan sanggah," jelasnya kepada Handalnews.id, kemarin.

Kemudian katanya, pihaknya merasa pelelangan ini tidak sesuai pasalnya ketidak transparan pihak UKBJ membuat dirinya sebagai kontraktor merasa di bohongi,  pasalnya kebanyakan pemenang tender tidak lebih dari 2 persen penurunanya dari harga HPS yang sudah di tetapkan. 

"Menindak lanjuti permasalahan ini kami akan memberikan surat tembusan kepada LKPP Pusat, Dan KPK Ri untuk jalan lingkungan Desa Brabasan," pungkasnya.

Sementara itu Iwan Julisman Kepala Bagian UKPBJ hingga berita ini di terbitkan belum bisa di konfirmasi meskipun nomor ponsel pribadinya +628222014#### dalam keadaan aktif.

Terpisah Herli selaku pokja saat di konfirmasi enggan menjawab pertanyaan yang di lontarkan wartawan namun dia tidak menampik bahwa jika peserta lelang tersebut tidak terima dengan hasil lelang bisa mengajukan sanggah.

"Lakukan sanggah saja nanti hasil sanggah tersebut akan di balas oleh panitia. Jika hasil sanggah itu di rasa oleh peserta tidak puas maka bisa mengajukan sanggah banding kepada PPK jika ingin lanjut maka lakukan ke PTUN," jelasnya.

Ketika di singgung terkait masa sanggah apa tetap dilanjutkan atau tidak Herli menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut masih bisa dilaksanakan nanti setelah hasil sanggah di tetapkan sebagai pemenang maka proyek tersebut akan dibatalkan.

"Kecuali pas sanggah banding di menangkan baru berenti, jika kalian sudah menang, Karena sudah peraturan nya seperti itu. Jika PPK menyatakan menang mereka akan menyurati pokja untuk diberhentikan baru berhenti pekerjaan tersebut. Masih bisa jalan karena ini belum kontrak jika sanggah banding peserta itu dimenangkan baru kontrak dibatalkan apabila mereka dinyatakan kalah maka kontrak lanjut," tutupnya. (Jaz/Bus)