Home Pesisir Barat Pemerintahan Daerah

Umar Ahmad Apresiasi Pelatihan Jurnalistik PWI Tubaba

57
0
SHARE
Foto dok: Jazuli

PANARAGAN (HandalNews) Kegiatan pelatihan jurnalistik di Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang dunia jurnalis yang sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengedukasi masyarakat soal berita yang benar dan yang tidak benar berikut soal bagaimana menjadi jurnalis yang profesional dan bagaimana membedakan wartawan yang profesional dan tidak profesional.
 
Seperti saat lahirnya Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai daerah otonomi baru yang barang tentu tidak lepas dari catatan para jurnalis-jurnalis handal yang berkeliaran mencari fakta yang disajikan sedemikan rupa kepada para pendengar dan para pembaca setia.
Namun sayangnya profesi mulia ini harus tercoreng oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan. Banyak diantara para oknum tidak bertanggung jawab ini acapkali meresahkan dan merusak profesi wartawan yang sesungguhnya.

Ditambah pesatnya perkembangan dunia digitalisasi saat ini, tentu tidak asing bagi kita saat ini, hadirnya media sosial yang memudahkan kita untuk mengakses informasi yang malah terkadang menjadi air bah dan tak terbendung. Banyak para netizen menyebar dan menerima informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, banyak berita hoax alias berita bohong berkeliaran dimana-mana sehingga dapat memicu kegaduhan dikalangan masyarakat.

Demikian sepenggalan pesan yang disampaikan Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad, saat mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tubaba. “Kegiatan ini adalah langkah yang sangat baik sekali, karena memang setiap perubahan-perubahan di Tubaba khususnya harus tercatat dan terdokumentasi dengan baik, sehingga tentu harus ada yang mendokumentasikan. Nah Siapa Dia? Dialah Wartawan,” ungkap bupati.

“Saya berharap kegiatan ini dapat juga berkelanjutan, bukan hanya terhadap pelajar tetapi dapat juga merambah ke desa-desa khususnya aparatur desa. Sehingga dengan cara ini, maka masyarakat akan lebih tahu bahwa profesi wartawan bukanlah sesuatu yang buruk,” tandasnya.

Sementara itu, disampaikan Ketua PWI Tubaba, Edi Zulkarnain, bahwa PWI ingin membumikan Tubaba melalui pendidikan Jurnalistik, yang mana kegiatan tersebut bermula rasa prihatin terhadap situasi profesi wartawan yang banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan, sehingga membuat gaduh di sekolah-sekolah hinga ke tiyuh. (Jazuli)