Home Tulang Bawang Bisnis

Umar Ahmad Terima Tongkat Sakti Walkot Bengkulu

131
0
SHARE
Foto dok: HandalNews.id

HandalNews.id, TUBABA - Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, S.P menerima cindra mata berupa tongkat dari sahabatnya Hi. Helmi Hasan, S.E Walikota Bengkulu. Kamis, (15/7/2021) di Kota budaya Uluan Nuhgik Tubaba Lampung.


Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan rombongan beberapa pejabat Wali Kota Bengkulu di sambut hangat oleh bupati dan pejabat setempat. Sebagai kenangan atas kunjungannya Walikota Bengkulu Hi. Helmi Hasan meninggalkan sebuah Tongkat sakti yang sering Dia pakai menemani kemanapun Ia pergi, "Tongkat ini asli dari bahan tanduk, ini Saya pakai bukan karena ada masalah di kaki akantetapi karena ini adalah salah satu sunnah Rasul".

Sebanyak 10 orang rombongan Walikota Bengkulu di sambut dengan Tarian khas Nenemo, "Selamat datang bang haji," Ucap Umar ahmad pada kesempatan menerima kunjungan sahabatnya. Tempat ini kami sebut Uluan Nughik, uluan berarti awal dan Nughik berarti kehidupan maka kita artikan sebagai awal dari kehidupan. Jelas Umar.

Wilayah ini kami buka seluas 1.800 Ha yang diharapkan akan menjadi Kota budaya berbasis Ekologi dan juga Tubaba sebagai masa depan yang ingin dituju oleh Tulang Bawang Barat kepada rombongan. Tutup umar saat memperkenalkan konsep pembangunan di Tubaba.

Sementara itu, Walikota bengkulu Hi. Helmi Hasan menyampaikan rasa bangganya atas kemajuan dan perkembangan di Tubaba. Memang sudah seharusnya kemajuan suatu daerah tidak meninggalkan budaya lokal justru budaya yang ada di kembangkan, dibalut dengan modernisasi tanpa mengahapus nilainya (red).

"Saya bisa bilang dari seluruh daerah yang saya kunjungi di Indonesia baru kali ini saya disambut dengan suasana yang berbeda. Tubaba punya suasana yang unik, rumah-rumah kayu masih dipertahankan dengan udaranya yang bersih," puji Walkot bengkulu.

Lanjutnya, Kota Bengkulu juga sedang membangun sebuah kota yang mengedepankan konsep kebahagiaan bagi warganya. Pada periode pertama Saya membuat program Samisake yang maksudnya adalah program Satu Miliar Satu Kelurahan. Sehingga Kelurahan bisa memiliki kemampuan seperti halnya desa yang memiliki ADD. Terangnya.

Kemudian kota Bengkulu juga mengedepankan unsur religius dalam pembangunan kotanya. Rumah ibadah diinstruksikan wajib buka 24 jam. Lalu biaya air PDAM digratiskan serta menggandeng CSR perusahaan untuk menanggung biaya listrik rumah ibadah yang buka 24 jam.

"Minimarket dan hotel saja bisa buka 24 jam. Kenapa tidak dengan rumah ibadah, tanya Nya ? Siapa tahu ada warga yang sedang pusing, setres tidak tenang jiwa bisa menenangkan jiwanya dir umah ibadah," jelas Walkot.

Sembari berbinjang ke Dua pemimpin muda tersebut menandatangani MOU kerja sama antar daerah dalam rangka pendayagunaan potensi daerah guna meningkatkan kehidupan masyarakat yang religius. (ADVERTORIAL)