Home Way Kanan Hukum

Usman Karim Semakin Tua Semakin Jadi, APBD Disdik Way Kanan Dikorupsi

118
0
SHARE
fhoto dok : ilustrasi

Handalnews.id, Way Kanan - Tidak tanggung-tanggung, Pengakuan Usman Karim selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan Soal Indikasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019 sangat mencengangkan. "Saya Sudah Tua" ucapnya saat dikonfirmasi.

Dengan apa yang disampaikan Usman Karim, menimbulkan gejolak tersendiri bagi halayak ramai. Yang paling Ekstrim Usman dituding tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut karena dirinya terlibat dalam setiap pusaran KKN disatuan kerja setempat.

Lain sisi, berdasarkan Pengakuan Narasumber yang layak dipercaya,Menjelaskan, Kucuran dana APBD tahun 2019 milik Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan mencapai Rp. 47.002.000.000,-. dengan pembagian 26 paket penyedia Rp.8.527.000.000,-. dan 144 paket Swakelola Rp.38.474.000.000,-. "jika kita kalkulasikan keseluruhannya menjadi 170 paket dengan nilai anggaran Rp.47.002.000.000,-."kata sumber.

Sumber juga menerangkan, Kepiawaian para oknum koruptor Dalam melancarkan aksi korup, terbilang sangat rapih. paket penyedia sistem setoran proyek lalu untuk kegiatan swakelola modusnya Mark-Up anggaran. "Permainan kotak-katik anggaran Di Dinas setempat memang sudah berlangsung lama, Korupsinya sudah sangat terstruktur dan masif",ucapnya.

Bahkan kata sumber, proses lelang untuk paket penyedia, hanyalah bagian dari kamuflase yang diterapkan para oknum Korup untuk menggerogoti dana APBD. "paket penyedia sudah dikondisikan. karena sebelumnya para pemborong telah memberikan setoran atau upeti kepada oknum Dinas. "proses lelang kegiatan hanyalah prosedural. sebab pemenang lelangnya sudah ditentukan. Jika tidak percaya bisa dibuktikan sendiri. Pasti kita akan gagal verifikasi karena kadar bandwitdhnya sudah diatur".

Lanjutnya, sama halnya dengan paket swakelola yang direalisasikan. Hampir keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan tidak mengacu kepada rancangan Anggaran Biaya.sistem Mark-Up diterapkan akhirnya berdampak kepada buruknya kualitas kegiatan kontruksi.

Lihat kenyataan yang ada hasil kegiatan kontruksi yang dilaksanakan sudah kembali memperihatinkan. "untuk mendapatkan keutungan sebesar-besarnya pihak pelaksanaan kegiatan mengerjakan secara asal-asalan",paparnya. (HADI SYAPUTRA)