Home Pringsewu Pemerintahan Daerah

Wabup Pringsewu Buka Sosialisasi PATBM Pagelaran

73
0
SHARE
Foto: dok handalnews.id

HandalNews.id, PAGELARAN - Wakil Bupati Pringsewu DR.H.Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA membuka Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kecamatan Pagelaran di aula kecamatan setempat, Senin (26/4/21).

 
Sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari Save the Children dan Dinas P3AP2KB ini diikuti para kepala pekon, pengurus serta kader PATBM se-Kecamatan Pagelaran dengan standar protokol kesehatan.
 
Wabup Pringsewu DR.H.Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA dalam sambutannya mengaku bangga dan sangat mendukung serta mengapresiasi diadakannya sosialisasi ini. Dikatakan, Pringsewu sudah ditetapkan sebagai Kabupaten Layak Anak. "Karena Kabupaten Pringsewu sudah layak anak, maka pekon seyogyanya juga menjadi Pekon Layak Anak", ujarnya.
 
Melalui kelompok PATBM ini, Fauzi didampingi Kadis P3AP2KB Pringsewu Purhadi, M.Kes. dan Camat Pagelaran Bahrudin, SIP diharapkan dapat menumbuhkan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak.
 
Fauzi yang juga sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Pringsewu ini mengajak para kapekon bersama-sama menyukseskan dan memajukan PATBM di wilayahnya, serta berpihak kepada kepentingan dan hak-hak anak. "Kita berharap kegiatan sosialisasi ini berlanjut dan konsisten demi keberlangsungan serta kesinambungan kepemimpinan masa depan", ujarnya.
 
Sementara itu, Koordinator Program Save the Children John Sipayung mengungkapkan Save the Children masuk ke Provinsi Lampung sejak 2016 lalu, di tiga kabupaten, masing-masing Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus. "Di Kabupaten Pringsewu, Save the Children sudah masuk di 29 pekon di 6 kecamatan, dimana awalnya adalah bergerak di bidang pemberdayaan petani kakao", ungkapnya.
 
Dikatakan, visi Save the Children adalah membangun dunia di mana setiap anak memperoleh hak atas kelangsungan hidup, perlindungan, perkembangan, dan partisipasi. "Sedangkan misi kami adalah menginspirasi terobosan dalam cara dunia memperlakukan anak-anak dan untuk mencapai perubahan langsung dan langgeng dalam hidup mereka", jelasnya. (Sulaiman)