Home Lampung Selatan Pemerintahan Daerah

Wakil Ketua III DPRD Lampung Reses di Kalianda

216
0
SHARE
Foto dok: HandalNews.id

KALIANDA (HandalNews) Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Ir. Raden Muhammad Ismail (RMI), melaksanan kegiatan reses tahap 3 di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (8/9/2021). Dalam kesempatan itu, RMI mensosialisasikan tugas-tugas anggota DPRD dan Pemerintah Provinsi Lampung, serta menampung aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada unsur pemerintahan terkait.


Turut hadir dalam acara yang digelar dengan mematuhi protokol kesehatan itu, Camat Kalianda, Zaidan, S.E; Anggota DPRD Lamsel Fraksi Partai Demokrat, Jenggis Khan Haikal, S.H., M.H; Danramil yang diwakili Babinsa, Rifai; Dosen Universitas Lampung sekaligus Pendamping Tenaga Ahli RMI Dr. Ambya, S.E., M.Si; para kepala desa Kecamatan Kalianda; kepala UPT; tokoh agama; tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta di moderatori oleh, Safriza Syani, S.E., Akt. 

Dalam sambutannya, RMI menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Kecamatan Kalianda dan para tamu undangan yang sudah menyambut dirinya dengan sangat baik dalam melaksanakan reses tersebut.

Dijelaskannya jika reses merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh anggota DPRD dengan tujuan untuk mensosialisasikan tugas-tugas anggota DPRD dan Pemerintah Provinsi Lampung Lainya, serta menampung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. “Dalam satu tahun ada tiga kali masa sidang, dalam tiap kali masa sidang diwajibkan turun ke masyarakat,” jelasnya. 

RMI juga mengatakan, selain kegiatan reses terdapat juga kegiatan lain seperti, sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) dan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda).

Sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung, dilanutkan RMI, dirinya memiliki tugas untuk merancang atau membuat Peraturan Daerah (Perda), mengesahkan anggaran yang direncanakan pemerintah daerah, melakukan pengawasan terhadap pemerintah seperti pengawasan jalanya pembangunan. 

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta kepada masyarakat agar kegiatan reses tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyampaikan seluruh aspirasi dan keinginan rakyat. “Saya sebagai wakil rakyat, mencoba memposisikan diri sebagai penyambung aspirasi rakyat, bahwa saya mempunyai hak untuk menyalurkan pokok-pokok pikiran rakyat, berbentuk pengajuan aspirasi kepada pemerintah terkait yang akan saya teruskan dengan cara menyampaikan kepada pemerintah terkait yang membidanginya,” jelas RMI.

Sementara itu, Tenaga Ahli RMI, Dr. Ambya, S.E., M.Si., menerangkan jika tugas, pokok dan fungsi RMI sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung adalah pengawasan, budgeter dan legislasi. “Dalam teori, program itu akan bagus dimasyarakat kalau memberikan manfaat untuk masyarakat, program di susun dari sebuah informasi dan data, dirancang lalu keluarlah program, program dilaksanakan dengan anggaran, setelah dilaksanakan tentunya ada pengawasan yang bertujuan untuk menilai apakah program ini tepat sasaran atau ada kelemahan-kelemahan dan untuk memperbaikinya perlu ada evaluasi,” imbuhnya. 

“Lalu, program juga harus diawali oleh informasi atau data yang dimiliki oleh pemangku kepentingan dalam rangka untuk menyusun program berikutnya, jadi ada dua keterkaitan dengan Pak RMI, yang pertama evaluasi program yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah atau eksekutif, dan yang kedua menampung data dan aspirasi Untuk dijadikan program berikutnya bersama dengan eksekutif,” lebih lanjut dia menjelaskan.

Ketika diwawancarai terkait data vaksin Covid-19, RMI mengatakan jika Provinsi Lampung membutuhkan sebanyak 14 juta kuota vaksin, dengan asumsi 70 persen 6,5 juta vaksin untuk yang pertama, 6,5 juta vaksin kedua serta reserver 1 juta vaksin, sehingga jumlahnya 14 juta Vaksin. 

“Yang sebelumnya kita belum skala prioritas, sekarang kita bersemangat untuk bisa mendapatkan jumlah kuota vaksin nasional, Alhamdulilah, di Bulan Agustus, vaksin untuk Lampung sudah masuk sebanyak 1,6 juta vaksin, oleh karena itu kita berupaya terus melalui pemerintah daerah atau partai politik dan segala macam stakeholder untuk mendapatkan kuota Vaksin di tahun 2021, dan kita berharap tahun ini 70 persen masyarakat Provinsi Lampung sudah di vaksin,” tutupnya. (Rizal)